Mie Instan Indonesia Dinilai Masih Aman Dikonsumsi
Hardiansyah menganjurkan agar masyarakat menambahkan sayur dan protein ke dalam hidangan mie instan agar kebutuhan gizi lainnya terpenuhi.
Sabtu, 29 April 2023 | 18:25 WIB - Kesehatan
Penulis:
. Editor: Surya
KUASAKATACOM, Jakarta – mie instan Indonesia dinilai masih aman untuk dikonsumsi masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Ketua Umum Pergizian Pangan Indonesia, Prof. Dr. Hardiansyah, M.S.
"Kita ikuti imbauan dari Kepala Badan POM Indonesia, bahwa mie instan yang diproduksi di Indonesia ini aman," ungkap Hardiansyah, Sabtu (29/4/2023).
BERITA TERKAIT:
Ibu Hamil Gemar Makan Mie Instan? Boleh Saja tapi Perhatikan Ini
Viral! Cafe di Thailand Sediakan Kopi dengan Topping Mie Instan
Mie Instan Indonesia Dinilai Masih Aman Dikonsumsi
Taiwan Temukan Zat Pemicu Kanker di Salah Satu Produk Mie Instan asal Indonesia
Ini Beda Indomie Goreng yang Beredar di Jawa dan Sumatra
Hardiansyah menganjurkan agar masyarakat menambahkan sayur dan protein ke dalam hidangan mie instan agar kebutuhan gizi lainnya terpenuhi.
“Yang penting kalau menurut saya, semua itu adalah bagian dari karbohidrat. Tergantung secara gizi yang terpenting itu adalah cara makannya. Kalau secara gizi kan makanan pokok harus dimakan dengan ada lauk pauk dan sayur juga buah,” kata Hardiansyah.
Di sisi lain, Kepala Instalasi Gizi dan Produksi Makanan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Fitri Hudayani, SST., S.Gz, MKM, RD pun menyampaikan hal serupa. Ketika dihubungi secara terpisah, dia mengatakan bahwa mi instan di Indonesia aman dikonsumsi karena dalam pengawasan BPOM.
"Kalau tanggapan saya, mi instan yang ada di Indonesia dalam pengawasan BPOM RI sehingga aman dikonsumsi. Karena dari kandungannya tidak mengandung bahan berbahaya, jika dikonsumsi sesuai dengan jumlah yang tidak berlebihan," jelas Fitri.
Sebelumnya, Departemen Kesehatan Taipei pada Senin (24/4) mengungkapkan temuan dua jenama mi instan asal Asia Tenggara mengandung zat pemicu kanker. Dalam pernyataannya, mi instan Ah Lai White Curry Noodles asal Malaysia dan Indomie rasa Ayam Spesial asal Indonesia disebut mengandung etilen oksida, senyawa kimia yang terkait dengan limfoma dan leukimia.
Menanggapi hal tersebut, keterangan resmi BPOM yang dikonfirmasi Kepala Biro Humas dan Kerja Sama BPOM RI, Noorman Effendi, menyebut Otoritas Kesehatan Kota Taipei melaporkan keberadaan EtO pada bumbu produk mi instan merek Indomie Rasa Ayam Spesial sebesar 0,187 mg/kg (ppm).
Dalam keterangan tersebut juga dijelaskan Taiwan tidak memperbolehkan EtO pada pangan. Sementara, Indonesia telah mengatur Batas Maksimal Residu (BMR) 2-CE sebesar 85 ppm melalui Keputusan Kepala BPOM Nomor 229 Tahun 2022 tentang Pedoman Mitigasi Risiko Kesehatan Senyawa Etilen Oksida berdasarkan standar internasional yang diatur Codex Alimentarius Commission (CAC).
***tags: #mie instan #bpom
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Kemenag Buka Penerimaan Murid Baru Madrasah 2026/2027
13 Januari 2026
Bus Transjakarta Tabrak Tiang di Jaksel, Diduga Sopir Ngantuk
13 Januari 2026
Xabi Alonso Dipipecat sebagai Pelatih Real Madrid setelah Gagal Juara Piala Super Spanyol
13 Januari 2026
PSG vs Paris FC: Les Parisiens Kalah 0-1
13 Januari 2026
Liverpool vs Barnsley: The Reds Menang Meyakinkan 4-1
13 Januari 2026
Kemenag Salurkan Bantuan untuk Tokoh Agama dan Majelis Taklim di Sumbar
13 Januari 2026
Mayoritas Wilayah Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini
13 Januari 2026
Dua Pengedar Narkotika Diringkus Polisi di Jakbar
13 Januari 2026
Menag dan Dubes Yaman Bahas Stabilitas Kawasan dan 7000 Pelajar Indonesia di Yaman
13 Januari 2026
Persebaya “Ngebut” di Depan, Tavares Puji Trio Baru dan Tekankan Kerja Tanpa Bola
13 Januari 2026
BGN Dorong Serapan Pangan Lokal Lewat Program MBG “Nglarisi Pasar dan Petani” di Kebumen
13 Januari 2026

