Kemenag Siapkan Dua Kantor Kesehatan Jemaah Haji Indonesia di Madinah dan Mekkah

KKHI merupakan fasilitas pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia.

Selasa, 23 Mei 2023 | 12:18 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Madinah - Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menyiapkan dua Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) masing-masing berada di Madinah dan Mekkah. KKHI merupakan fasilitas pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia dengan jenis pelayanan kesehatan mulai dari pelayanan rawat jalan, rawat inap, emergency, intensive/high care unit, rujukan, pemeriksaan penunjang, pelayanan sanitasi, pelayanan gizi, serta layanan safari wukuf, tanazul dan evakuasi.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo menerangkan, didirikannya KKIH diharapkan seluruh calon jemaah haji dapat memenuhi seluruh rukun haji dan beribadah sesuai tuntunan, tidak terkendala masalah kesehatan. Dua KKHI yang beroperasi selama penyelenggaraan ibadah haji tersebut, untuk di wilayah Mekkah berlokasi di Aziziyah Janubiyah, sedangkan KKHI Madinah berlokasi di Al Arid.

BERITA TERKAIT:
Direktorat Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kemenag Gelar Pelatihan Instruktur Nasional Pendidik Al Quran
Alhamdulillah, Keluarga Jamaah Haji yang Wafat Tetap Dapat Air Zamzam
Kemenag Ungkap Angka Perkawinan Turun Tiga Terakhir, Dibarengi Tingginya Aduan Judi Online 
Kemenag Pastikan Tidak Ada Jemaah Indonesia yang Tergeletak di Jalanan
Perluas Program Merdeka Belajar, Kemenag Gandeng Lembaga Mitra

Dijelaskan Susilo, untuk KKHI Madinah memiliki skala lebih lebih kecil dibandingkan Mekkah, memiliki kapasitas 69 TT yang terdiri dari 10 TT Instalasi Gawat Darurat (IGD), tujuh TT Intensive Care Unit (ICU), dua TT Isolasi, 43 TT Rawat Inap, dan tujuh TT psikiatri.
 
Susilo menyebut, KKHI Madinah dilengkapi dengan laboratorium, apotek, poli gigi, 11 unit ambulans, serta sarana pendukung seperti USG, EKG, dan Echocardiografi.
 
"Walaupun KKHI Madinah skalanya lebih kecil daripada KKHI Mekkah, namun tetap memiliki pelayanan seperti rumah sakit dengan pelayanan spesialis,” jelas Kapus Liliek.
 
Pelayanan spesialis yang dimiliki KKHI Madinah yaitu anastesi, bedah, pengobatan emergency, jantung dan pembuluh darah, penyakit dalam, paru, saraf, orthopedi, dan kedokteran jiwa.
 
Seluruh pelayanan kesehatan tersebut, tambahnya, merupakan salah satu upaya untuk menekan angka kematian jemaah haji Indonesia di Arab Saudi dan memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah haji bagi jamaah asal Indonesia.
 
“Harapannya adalah jamaah haji yang memiliki kendala kesehatan tetap dapat memenuhi seluruh rukun haji dan beribadah sesuai dengan tuntunannya,” katanya.
 
"KKHI Mekkah lokasinya sangat strategis yakni di dekat Masjidil Haram, Mina, dan jalan menuju Arafah. Biasanya pada saat puncak ibadah haji sekitar 5 sampai dengan 9 dzulhijjah, KKHI Mekkah
??? sudah dipenuhi oleh peserta calon haji yang mulai kelelahan dan jatuh sakit,” katanya.
 
KKHI Makkah memiliki kapasitas 257 tempat tidur yang terdiri dari 223 tempat tidur (TT) rawat inap, 10 TT ICU, dan 24 TT IGD. Selain itu KKHI Mekkah juga dilengkapi dengan poliklinik gigi dan rehabilitasi medik, laboratorium, pelayanan kefarmasian, serta sarana pendukung seperti Ruang Operasi, USG, EKG, Echocardiografi, dan tiga unit ambulans gawat darurat.
 
Untuk menghadapi puncak ibadah haji, KKHI Mekkah juga dilengkapi dengan pelayanan spesialis seperti penyakit dalam, paru, jantung dan pembuluh darah, saraf, jiwa, bedah, anastesi, kedokteran fisik dan rehabilitasi, dan kedokteran penerbangan.

***

tags: #kemenag #kantor kesehatan haji indonesia #kkih #makkah #madinah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI