Ibu Negara Iran Dr. Jamileh Alamolhoda Kunjungi Universitas Paramadina

Jamileh mengungkapkan negaranya akan terus bekerjasama untuk menciptakan dunia pendidikan yang lebih maju.

Jumat, 26 Mei 2023 | 07:33 WIB - Didaktika
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- ibu negara Iran Dr. Jamileh Alamolhoda mengunjungi Universitas Paramadina, dalam kunjungan tersebut Jamileh Alamolhoda juga memberikan Kuliah Umum bertema "Merawat Jagat Membangun Peradaban". Kegiatan yang terselenggara berkat kerjasama dengan CIDES ICMI itu diadakan di Auditorium Nurcholish Madjid, Rabu 24 Mei 2023.

Jamileh mengemukakan bahwa Iran memiliki banyak universitas dengan mahasiswa yang aktif dalam pendidikan. "Universitas pertama di Iran sudah berusia 120 tahun. Universitas Nisabur tertua di Iran berusia 400 tahun. Namun 100 tahun terakhir universitas-universitas modern sudah mulai dibangun di Iran," katanya dalam keterangan resmi Universitas Paramadina, Jumat (26/5/2023).

BERITA TERKAIT:
Ibu Negara Iran Dr. Jamileh Alamolhoda Kunjungi Universitas Paramadina
Lomba K3M di Wonosobo untuk Kompetisi Sekaligus Edukasi
ICMI: Pemimpin Dunia Harus Bersatu Selamatkan Palestina
Panen Raya, Petani Sayur di Wonosobo Malah Menjerit
ICMI Orwil Jateng Ajak Masyarakat Disiplin dan Bersungguh- sungguh Terapkan Protokol Kesehatan

Menurutnya di zaman Imam Khomeini, beliau memerintahkan untuk menyatukan ilmu pengetahuan dan ilmu agama. saat ini Iran memiliki 6 universitas besar dimana pendidikan dan kurikulumnya berbasis agama Islam.

Ia juga menjelaskan perkembangan ilmu pengetahuan di Iran. "Dari Universitas Imam Shadiq ada penelitian tentang perekonomian islam yang sekarang sudah digunakan di seluruh dunia. Saya berharap penelitian tentang asuransi ini bisa dijalankan di Indonesia sebagaimana telah dijalankan di Malaysia, selanjutnya kita bisa membuat penelitian-penelitian islam," bebernya.

"Kami sangat yakin ilmu pengetahuan dan agama berjalan beriringan, mampu menjaga kemanusiaan. Lingkungan dan peradaban itu harus dijaga, sebab tidak ada peradaban yang dapat bertahan tanpa adanya ilmu pengetahuan. Kita memiliki dua pilihan, ilmu pengetahuan berjalan terpisah dengan ilmu agama yang dapat merusak peradaban atau ilmu pengetahuan berjalan beriringan dengan ilmu agama dan itu mampu bertahan hingga lama," urainya.

Jamileh mengungkapkan negaranya akan terus bekerjasama untuk menciptakan dunia pendidikan yang lebih maju. "Pemerintahan Iran terus bekerjasama dengan dunia pendidikan agar ilmu pengetahuan terus maju. Saya sangat mengharapkan kerjasama dengan adanya pertukaran dosen serta mahasiswa," ujar Dr. Jamileh.

Sedangkan menurut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina, Dr. Fatchiah E. Kertamuda, pihaknya merasa gembira atas kehadIran ibu negara Iran tersebut di kampusnya. "Kedatangan ibu negara Dr. Jamileh Almolhoda di Universitas Paramadina merupakan suatu kehormatan. Satu hal lagi bahwa kekuatan dan peran seorang ibu sangat penting bahkan untuk menciptakan perdamaian di dunia," katanya.

Fatchiah juga menekankan pentingnya peranan seorang ibu dalam pendidikan. "Peran ibu sebagai madrasah pertama yang nantinya mampu mendidik anak-anak generasi masa depan agar dapat menciptakan situasi perdamaian dunia. Pendidikan islam sangat penting dimulai dari keluarga sebagai contoh model anak di masa depan," ucapnya.

"Universitas Paramadina membuka kesempatan luas untuk kerjasama kedepannya, menjalin hubungan baik dengan Republik Islam Iran di bidang pendidikan seperti pertukaran mahasiswa, dosen, penelitian antar negara," sambungnya.

Dalam acara yang dihadiri oleh kalangan umum dan civitas Universitas Paramadina ini, juga dilakukan peluncuran buku berjudul "Mafatih Al-Hayat" karya Allamah Ayatullah Jawadi Amuli yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Konsulat Kebudayaan Kedubes Republik Islam Iran.

***

tags: #icmi #iran #universitas paramadina #ibu negara

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI