33 Jemaah Haji harus Dirawat karena Gangguan Kesehatan, Kebanyakan karena Sakit Jantung

"Penyakit dengan gangguan jatung, paru dan dementia," ujar Kasi Kesehatan Daker Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Thafsin Al Farizi.

Minggu, 28 Mei 2023 | 14:52 WIB - Kesehatan
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Sebanyak 33 jemaah haji mengalami gangguan Kesehatan dan harus dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KHHI) dan Rumah Sakit Arab Saudi. Berdasarkan laporan kebanyakan dari mereka menderita gangguan Kesehatan seperti sakit jantung, paru-paru dan demesia. 

Data ini didapat dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama yang dikutip per Minggu pagi (28/5/2023) waktu Arab Saudi (WAS). 

BERITA TERKAIT:
Jemaah Haji Lampung yang Wafat di Tanah Suci Sebanyak Enam Orang
PPIH Sebut Jumlah Haji Indonesia yang Wafat di Armuzna Turun
Menag Tanggapi Isu Dugaan Penyalahgunaan Alokasi Kuota Tambahan
Pj Gubernur Jateng Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter I Embarkasi Solo
Usai Prosesi Armuzna, Jemaah Haji asal Purbalingga Kembali ke Makkah

Ada pun rinciannya, 21 jemaah dirawat di KKHI Madinah dan 12 lainnya dirawat di RSAS. jemaah haji terbanyak yang dirawat berasal dari Embarkasi Surabaya (SUB) yakni 12 orang, disusul Jakarta-Pondok Gede (JKG) 5 orang, Solo (SOC) 4 orang, Makassar (UPG) 4 orang, Batam (BTH) 3 orang, Aceh (BTJ) 2 orang, dan Jakarta-Bekasi (JKS) 1 orang.

"Penyakit dengan gangguan jatung, paru dan dementia," ujar Kasi Kesehatan Daker Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Thafsin Al Farizi.

Sementara itu, Ahli Gizi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (PKP3JH) PPIH Arab Saudi, Heri Kusdianto mengatakan, jemaah haji harus menjaga Kesehatan. Caranya dengan mengonsumsi makanan sehat dan banyak minum air.

"Minumlah beberapa teguk setiap jam meski tidak merasakan haus. Menjaga pola makan yang baik juga bisa membantu menjaga Kesehatan jemaah," kata Heri.

Menurut dia, saat ini cuaca di Madinah cukup panas. Untuk itu, jemaah haji harus memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

"Cuaca siang hari yang panas dan aktivitas fisik yang banyak tentunya membutuhkan asupan cairan yang cukup," jelas Heri.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjamin layanan pemondokan dan makanan jemaah haji di Madinah, Arab Saudi memenuhi syarat Kesehatan.

Kepastian itu didapat dari penilaian tim sanitasi dan pengawasan makanan yanh dikirim Kemenkes pada penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M ini.

"Kami berupaya mendekatkan jemaah haji pada pelayanan yang sifatnya tidak hanya kuratif dan rehabilitatif, namun juga yang sifatnya preventif. Harapannya jemaah haji kita sehat dan dapat beribadah dengan lancar," ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo dalam keterangan tertulis, Sabtu 27 Mei 2023.

Tim sanitasi dan pengawasan makanan ini bertugas melakukan inspeksi Kesehatan lingkungan (IKL) baik di katering maupun pemondokan jemaah haji. Inspeksi Kesehatan ini merupakan bentuk upaya preventif atau pencegahan penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan.

IKL berupa pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap media lingkungan meliputi standar suhu, udara, pencahayaan ruangan, kebersihan lingkungan, dan pengolahan limbah.


 

***

tags: #jemaah haji #sakit jantung #kementerian agama #madinah #kesehatan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI