Sebagian Jemaah Haji Menginap di Hotel Bintang Lima Saat di Madinah

Tahun ini, sekitar 180 ribu jemaah menempati hotel dengan sistem sewa full musim.

Senin, 05 Juni 2023 | 21:29 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Madinah- Sejak awal Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk jemaah. Karenanya, selain berada di wilayah ring satu (markaziyah), pelayanan yang diberikan juga minimal setara hotel bintang tiga.

Hal itu disampaikan Kasi Pelayanan Akomodasi Daker Madinah Ali Machzumi usai meninjau hotel jemaah, Senin (5/6/2023).

BERITA TERKAIT:
Jelang Puncak Haji, PPIH Matangkan Skema Petugas Maktab dan Sektor Ad Hoc
Jemaah Haji Indonesia yang Sakit akan Disafari Wukufkan
Operasional Bus Shalawat Berhenti Sementara, Ini Alasannya
PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Perlu Bawa Batu Kerikil dari Tanah Air untuk Lempar Jumrah
Jelang Puncak Haji, PPIH Bentuk Empat Satgas

"Bahkan, seperti tahun sebelumnya, sejumlah jemaah haji Indonesia juga merasakan menginap di hotel bintang lima selama di Madinah yang berlokasi di kawasan Markaziyah, berdekatan dengan Masjid Nabawi," katanya.

Ali Machzumi menambahkan pola penyediiaan akomodasi untuk jemaah haji di Madinah, menggunakan dua pendekatan, full musim dan blocking time atau semi full musim.

jemaah haji yang mendapatkan penginapan dengan sistem blocking time, bisa dapat pelayanan hotel bintang lima,” tuturnya.

Majmuah, kata Ali, rata-rata memiliki hotel-hotel berkelas di Madinah. Harga yang ditawarkan juga kompetitif.

“Sejumlah majmuah memiliki hotel berbintang, sehingga jemaah haji dapat tinggal di bintang lima,” sambungnya.

Meski demikian, Ali mengatakan bahwa fokus PPIH adalah memberikan layanan terbaik kepada semua jemaah haji, baik yang menempati hotel setara bintang tiga, empat, maupun lima. Kementerian Agama sejak awal berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah haji Indonesia.

“Pelayanan kepada jemaah, salah satunya menyiapkan sejumlah hotel di kawan markaziyah, dekat dengan Masjid Nabawi dan inilah yang kita utamakan untuk jemaah,” jelasnya.

Baginya ada kelebihan dan kekurangan dari sistem blocking time. Jemaah mungkin bisa merasakan hotel bintang lima, namun penghuni hotel itu adalah jemaah haji berasal dari negara lain.

Kloter 24 asal Embarkasi Jakarta (JKH 24) adalah di antara rombongan jemaah haji yang berkesempatan menginap di hotel bintang lima selama di Madinah. Mereka sangat bersyukur bisa merasakan fasilitas ini.

Tahun ini, sekitar 180 ribu jemaah menempati hotel dengan sistem sewa full musim. Sementara 49 ribu jemaah lainnya, dengan sistem blocking time.

***

tags: #ppih #arab saudi #jemaah haji #madinah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI