Penjelasan Disdik Semarang Soal Bocah SD Di-bully lalu Pilih Pindah ke SLB

"Itu keadaan usia 8 tahun, belum mau nulis, belum mau membaca, sampai tidak punya nilai sama sekali. Anaknya tidak  naik kelas," jelas dia.

Rabu, 07 Juni 2023 | 10:56 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Video mengenai Firmansyah bocah SD yang pindah ke SLB karena di-bully teman-temannya viral di media sosial.  Si bocah tersebut tampak berangkat sekolah diantar ayahnya. 

Video ini diunggah oleh akun TikTok @satriabagus60. Dalam captionnya pengunggah menarasikan agar entah di kota atau di desa, bully-ing harus dihentikan. 

BERITA TERKAIT:
Bocah 12 Tahun di Jepara Alami Gangguan Jiwa karena Sering Di-bully Teman Tak Punya Hp 
Penjelasan Disdik Semarang Soal Bocah SD Di-bully lalu Pilih Pindah ke SLB
Viral Bocah di Semarang Sering Di-bully lalu Putuskan Pindah ke SLB
Di-bully Habis-habisan oleh Warganet, Lina Mukherjee: Makan Babi Juga Duit Aku
Siswa Kelas 4 SD di Banyuwangi Gantung Diri karena Di-bully, Guru Sekolah Korban: Guyon Sama Teman Wajar

Suwadi, sang ayah mengatakan buku anaknya sering disobek di sekolah. Meski sudah melaporkan ke guru, perundungan tetap terjadi. 

Firman sendiri tinggal bersama keluarganya Dusun Doplang 2, Desa Pakis, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo mengonfirmasi mengenai hal ini. Sukaton membantah adanya perundungan terhadap anak tersebut. 

"Tidak benar, tidak ada pem-bully-an (perundungan)," ujar Sukaton. 

Ia menjelaskan, video tersebut diambil 2 tahun lalu. Sang anak memang sebelumnya bersekolah di SDN Pakis. Namun, ia tidak bisa mengikuti kegiatan belajar dengan baik.

"Itu keadaan usia 8 tahun, belum mau nulis, belum mau membaca, sampai tidak punya nilai sama sekali. Anaknya tidak  naik kelas," jelas dia.

Melihat kondisi itu, pihak sekolah kemudian menawarkan pilihan kepada orang tua sang bocah, apakah anak tersebut kembali tidak naik kelas atau pindah ke SLB saja.

"Orang tuanya kemudian ditanya sama guru kelas. Apakah mau tidak dinaikkan atau pindah sekolah ke SLB, maksudnya gurunya baik biar anaknya terurus, dan pihak ortu milih SLB. Selama di SLB itu si anak kemudian mau nulis dan membaca. Tidak ada bullying (di SD) paling cuma bilang kalau anak itu tidak mau nulis," lanjut dia.

Menurut Sukaton, anak tersebut memang memiliki kekurangan. Pihaknya juga sangat memperhatikan kondisi anak tersebut.

"Betul kondisi anaknya memang ada kekurangan, di kami malah sangat kami perhatikan," kata Sukaton.

***

tags: #di-bully #viral #dinas pendidikan #slb #sd

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI