PPIH Sebut Jemaah Haji Sakit Boleh Tak Kenakan Kain Ihram saat Menuju Makkah

Jika ada jemaah yang sakit sampai tiba waktunya melaksanakan wukuf maka akan disafariwukufkan di 'Arafah.

Kamis, 08 Juni 2023 | 14:47 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Madinah — Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga Rabu(07/06/2023) pukul. 13.13 Waktu Arab Saudi (WAS) jemaah haji Indonesia dirawat di Madinah sebanyak 88 jemaah. Dari jumlah jemaah sakit di atas sebagian dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan sebagian yang lain di Rumah sakit Arab Saudi (RSAS) di Madinah.

Zaenal Muttaqin selaku Kepala Daerah Kerja Madinah, menyebut jemaah yang sakit, jika sampai tanggal 16 Juni 2023 belum sembuh maka tetap akan dievakusi ke Makkah bersama tim kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan menjalankan puncak ibadah haji.

BERITA TERKAIT:
Jemaah Haji Lampung yang Wafat di Tanah Suci Sebanyak Enam Orang
PPIH Sebut Jumlah Haji Indonesia yang Wafat di Armuzna Turun
Menag Tanggapi Isu Dugaan Penyalahgunaan Alokasi Kuota Tambahan
Pj Gubernur Jateng Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter I Embarkasi Solo
Usai Prosesi Armuzna, Jemaah Haji asal Purbalingga Kembali ke Makkah

"Jadi untuk yang sakit, kita masih ada waktu sampai tanggal 16 Juni 2023. Kalau misalnya hari ini ada yang harus didorong ke Makkah, jika jemaahnya memungkinkan maka akan kita tunggu satu atau dua hari," kata Zaenal, kepada tim MCH, Rabu (07/06/2023) di Madinah.

Zaenal menegaskan, bagi jemaah yang sakit dan tidak memungkinkan memakai kain ihram maka boleh memakai pakaian biasa saat menuju Makkah. 

"Jika sudah di Makkah lebih dari 3 hari dan sudah sehat, maka akan keluar dulu ke Tan'im untuk mengambil miqat dari tempat tersebut," tutupnya. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jika setelah satu atau dua hari jemaah yang sakit sudah siap dan mampu maka akan disatukan dengan jemaah kloter yang lain yang juga akan diberangkatkan ke Makkah.

Namun bila sampai tanggal 16 Juni 2023 jemaah belum sembuh, lanjut Zaenal, pihaknya juga tetap akan mengevakuasinya ke Makkah bersama tim kesehatan menggunakan mobil ambulan.

"Kita memastikan pada 16 Juni 2023 itu jemaah sudah didorong semua ke Makkah. Untuk yang sakit nanti akan ditangani pihak KKHI Daerah Makkah atau Rumah sakit di Makkah," tegas Zaenal.

Pun demikian jika ada jemaah yang sakit sampai tiba waktunya melaksanakan wukuf di 'Arafah, maka akan disafariwukufkan, sebelum nantinya akan ditangani kembali oleh tim KKHI Makkah.

"Ia akan disafariwukufkan, baik dengan bus atau mungkin ambulan, meski misalnya hanya setengah jam di 'Arafah. Kemudian akan dikembalikan ke rumah sakit atau di KKHI," tukasnya.

***

tags: #jemaah haji #sakit #madinah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI