Tanggal 1 Juli Hari Apa? Ini Sejarah Hari Bhayangkara

Polri juga membangun patung Gajah Mada di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan. 

Sabtu, 01 Juli 2023 | 10:40 WIB - Ragam
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang – Tanggal 1 Juli setiap tahunnya, Indonesia memperingati Hari Bhayangkara. Hari Bhayangkara erat kaitannya dengan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Lantas, bagaimana bagaimana sejarah Hari Bhayangkara dan mengapa diperingati pada 1 Juli?

BERITA TERKAIT:
HUT Bhayangkara ke-77, Presiden Jokowi Harapkan Polri Wujudkan Keamanan dan Kedamaian
Tanggal 1 Juli Hari Apa? Ini Sejarah Hari Bhayangkara
Lestarikan Musik Tradisional, Polres Jepara Gelar Lomba Tongtek
Peringati HUT ke-77 Bhayangkara, Polda Jateng Gelar Lomba Menembak
Jelang HUT ke-77, Polri Gelar Lomba Konten Kreatif untuk Semua Kalangan

Merujuk pada informasi Divisi Humas Polri, kata 'Bhayangkara' merupakan istilah yang ada pada zaman Kerajaan Majapahit. Bhayangkara merupakan sebutan yang digunakan oleh Mahapatih Gajah Mada yang berkuasa saat itu untuk menamai pasukan pengaman kerajaan.

Selain menggunakan nama 'Bhayangkara' yang merupakan peninggalan Gajah mada, Polri juga membangun patung Gajah Mada di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan. 

Pada masa kolonial Belanda, pasukan keamanan ditugaskan melindungi aset serta kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda. Pasukan tersebut terdiri dari orang pribumi. 

Terdapat sejumlah bentuk kepolisian pada masa kolonial Belanda, seperti Veld Politie (Polisi Lapangan), Stands Politie (Polisi Kota), Cultur Politie (Polisi Pertanian), dan Bestuurs Politie (Polisi Pamong Praja). Tahun 1897-1920, Belanda juga membentuk kepolisian modern yang menjadi cikal bakal terbentuknya Polri

Lain halnya dengan masa pendudukan Jepang. Pada masa itu, Jepang membagi kepolisian Indonesia berdasarkan daerah-daerah di Indonesia. 

Misalnya, Kepolisian Jawa dan Madura berpusat di Jakarta. Kemudian ada juga Kepolisian Sumatera yang berpusat di Bukittinggi, Kepolisian Kalimantan berpusat di Banjarmasin, dan Kepolisian wilayah Indonesia Timur berpusat di Makassar. 

Tiap kantor polisi di daerah tersebut dipimpin seorang pejabat kepolisian dari orang Indonesia, yang didampingi pejabat Jepang (sidookaan). Sidookaan dalam praktiknya memiliki kuasa yang lebih besar daripada kepala polisi.

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Jepang memutuskan bahwa polisi Indonesia tetap bertugas. Pada 17 Agustus 1945 atau Hari Kemerdekaan Indonesia, kepolisian tersebut resmi menjadi Kepolisian Indonesia yang merdeka. 

Dua hari setelah Indonesia merdeka, dibentuklah Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). 

Dikutip dari laman Polri.go.id, Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia. 

Langkah awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat maupun satuan-satuan bersenjata yang sedang dilanda depresi dan kekalahan perang yang panjang. 

Pada 29 September 1945, Presiden Soekarno melantik Raden Said Sukanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN). Kepolisian saat itu berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara. 

Kepolisian ini hanya bertanggung jawab dalam masalah administrasi. Sementara, terkait masalah operasional ditanggung oleh Jaksa Agung.

Pada 1 Juli 1946, Djawatan Kepolisian Negara resmi bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri. Hal ini diperkuat melalui Penetapan Pemerintah Tahun 1946 No. 11/S.D. 

Sejak saat itu, tanggal 1 Juli ditetapkan sebagai Hari Bhayangkara yang diperingati bangsa Indonesia hingga saat ini.
 

***

tags: #hari bhayangkara #1 juli #sejarah #majapahit #polri

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI