Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Siswa MI di Klaten Buat Boneka Tradisional Jepang

Rahardian Haikal Rakhman saat mengajari bonekla itu dibantu salah satu mahasiswa KKN sebagai guru pendamping.

Rabu, 26 Juli 2023 | 22:10 WIB - Didaktika
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Klaten- Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro (Undip), pada Kamis, (20/7/2023) melakukan program kerja monodisiplin bersama siswa-siswi MI Muhammadiyah, yang berada di Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kegiatan itu merupakan bentuk pengabdian dan pengamalan tri dharma perguruan tinggi. 

BERITA TERKAIT:
Pria Asal Klaten Ditangkap Polisi karena Curi Cincin Batu Mulia seharga Rp80 Juta
Pesan Ganjar kepada Rakyat; Jaga Perdamaian, Gunakan Hak Pilih Tanpa Takut Ditekan
Agar Tak Terkena Polio, Dinkes Jateng Minta Masyarakat Lengkapi Imunisasi Anak
Donald Tersangka Penyelundup 226 Anjing, Ngaku Sudah Jalankan Bisnis selama 10 Tahun
Mahasiswa KKN Unnes Gelar Aksi Peduli Wisata Sungai Poitan Klaten

Program kerja monodisiplin yang diadakan di sekolah tersebut disambut baik oleh kepala sekolah MI Muhammadiyah Karangwungu, Sri Rahayu, SPd. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah pengalaman serta ilmu pengetahuan siswa-siswi MI Muhammadiyah Karangwungu.

Salah satu Mahasiswa KKN Undip TIM II desa Karangwungu, Rahardian Haikal Rakhman, dalam kegiatan itu mengajak siswa-siswi kelas 4 MI Muhammadiyah Karangwungu menghias jendela kelas bersama dengan cara membuat boneka tradisional khas dari negara ‘matahari terbit’ alias Jepang.

boneka itu di negeri asalnya biasa disebut ‘teru-teru bozu’, boneka tersebut dipercaya dapat menghentikan hujan oleh masyarakat Jepang hingga sampai saat ini. Bentuk boneka yang bulat dan lucu tersebut memiliki sejarah yang cukup panjang ternyata. 

Teru-teru bozu yaitu boneka yang terbuat dari dua lembar kain atau tissue berwarna putih yang diikat, selanjutnya dibentuk bulat untuk menjadi boneka berkepala lucu. 

Dulu Kaisar Jepang meminta kepada para biksu untuk berdoa agar cuaca terus cerah. Kepala biksu akan diberi hadiah oleh kaisar bila cuaca cerah, namun apabila cuaca tetap hujan para biksu akan terus berdoa dengan menatap langit. 

Namun, seiring dengan berjalananya waktu, boneka teru-teru bozu hingga kini masih dipercaya sebagai boneka penangkal hujan dan biasanya boneka ini dipajang atau digantung di jendela agar cuaca tetap cerah. Selain itu, setiap musim panas masyarakat Jepang akan menggantung boneka teru-teru bozu yang sangat ikonik di musim panas.

Rahardian Haikal Rakhman saat mengajari bonekla itu dibantu salah satu Mahasiswa KKN sebagai guru pendamping. Pembuatan boneka itu, membuat siswa-siswi MI Muhammadiyah Karangwungu terlihat senang dan antusias. 

Kegiatan tersebut juga mengajarkan siswa-siswi mengenal budaya asing khususnya Jepang yang sangat diminati di era saat ini oleh generasi Z.     

***

tags: #kabupaten klaten #jepang #universitas diponegoro #boneka #mahasiswa kkn

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI