Kasus Polisi Tembak Polisi Terjadi Lagi, Kali Ini Sesama Anggota Densus 88

Ia diduga mengalami luka bekas tembakan di belakang telinga.

Jumat, 28 Juli 2023 | 15:16 WIB - Ragam
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Bogor - Peristiwa polisi tembak polisi seperti yang terjadi pada kasus Sambo tampaknya terulang lagi di mana seorang anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Bripda IDF tewas ditembak dua temannya. Namun, Polri menegaskan peristiwa tersebut tidak didasarkan pada pertengkaran.

Kabar tersebut pertama kali viral di Instagram. Dalam unggahan akun @kamidayakkalbar, tampak jenazah Bripda IDF di dalam peti mati. Ia diduga mengalami luka bekas tembakan di belakang telinga.

BERITA TERKAIT:
Kasus Polisi Tembak Polisi Terjadi Lagi, Kali Ini Sesama Anggota Densus 88
Buntut Oknum Polisi Tembak Polisi, Kapolsek Way Pengubuan Dicopot dari Jabatan
Disebut-sebut Sebagai Penembak Nomor 1, Siapakah Sosok Bharada E?
Sederet Kejanggalan dalam Kasus Polisi Tembak Polisi yang Menewaskan Brigadir J

Akun tersebut menerangkan bahwa pelaku yang menambak Bripda IDF merupakan seniornya yang bertugas di Densus 88 Antiteror Polri di Jakarta. 

Masih dalam video yang sama, dituliskan bahwa kejadian itu didasari pertengkaran antara Bripda IDF dan terduga pelaku yang kini masih ditangani oleh Densus 88 Antiteror sebagai kesatuannya.

Tempat kejadian perkara (TKP) Bripda IDF tertembak adalah di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Insiden terjadi pada Minggu (23/7) lalu.

Juru bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan tak ada pertengkaran dalam insiden penembakan Bripda IDF hingga tewas oleh dua rekannya. Ia memastikan insiden tersebut terjadi akibat kelalaian yang dilakukan Bripda IMS dan Bripka IG.

"Tidak ada (pertengkaran). Peristiwanya adalah kelalaian pada saat mengeluarkan senjata dari tas sehingga senjata meletus dan mengenai anggota lain di depannya," ujar Aswin kepada wartawan Kamis (27/7/2023).

Aswin menjelaskan senjata api yang meletus tersebut tercatat merupakan milik Bripda IMS. Adapun Bripda IMS dan Bripka IG kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

"(Senjata api dari tas milik) Saudara IMS," ujarnya.

Aswin menambahkan pihaknya bersama Polres Bogor masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. 

"Permasalahannya sedang ditangani bersama oleh Densus dan Polres Bogor. Nanti penyidik Polres dan Densus akan meng-update perkembangannya," katanya.

***

tags: #polisi tembak polisi #densus 88 antiteror polri #bogor #viral

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI