Tim DMC Dompet Dhuafa Jawa Tengah Siaga dan Bantu Evakuasi Penambang Emas di Banyumas 

5 personel turut dikerahkan kelokasi untuk membantu dan memberikan dukungan pada upaya proses evakuasi penambang emas yang terjebak

Minggu, 30 Juli 2023 | 12:22 WIB - Purbalingga
Penulis: Wisanggeni . Editor: Hani

KUASAKATACOM, Banyumas Hingga hari ini, Minggu (30/07) DMC Dompet Dhuafa melalui Dompet Dhuafa Jawa Tengah terus melakukan dukungan dalam upaya evakuasi terhadap delapan penambang emas yang terjebak di dalam sumur tambang di Desa Pancurendang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Satu unit ambulans LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) Dompet Dhuafa Jawa Tengah beserta 5 personel turut dikerahkan kelokasi untuk membantu dan memberikan dukungan pada upaya proses evakuasi penambang emas yang terjebak. Tim masih melakukan dukungan tenaga dan logistik dilokasi.

BERITA TERKAIT:
Ajak Masyarakat Kurban Hingga Pelosok Desa, Dompet Dhuafa Jateng Gelar Kurbanaval
Pemeriksaan Standar Kualitas Sebelum Iduladha, Dompet Dhuafa Jateng Jamin Hewan Kurban Terbaik
Latih Jiwa Entrepreneur Mahasiswa, Dompet Dhuafa Launching Kantin Kontainer di UIN Surakarta
Alami Kemarau Panjang, Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Sasar Warga Padas
Dompet Dhuafa Resmikan Masjid Zuiva Attaqi Untuk Kemaslahatan Umat

Perlu diketahui setidaknya ada 8 orang penambang emas terjebak di lubang tambang akibat lubang tambang tergenang air secara tiba-tiba pada Selasa (25/07) sekitar pukul 23:00 WIB. Atas kejadian tersebut, Kepala Kantor SAR Cilacap, Adah Sudarsa, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menerjunkan tim penyelamat dari kantor SAR Cilacap dan Unit Siaga SAR (USS) Banyumas untuk melakukan operasi penyelamatan.

Dikutip dari keterangannya, Adah Sudarsa menginformasikan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerjunkan satu regu Basarnas Special Group (BSG) untuk membantu upaya evakuasi terhadap delapan penambang emas yang terjebak. Lanjut Adah, BSG merupakan merupakan tim elite Basarnas yang mempunyai keahlian khusus serta dibentuk untuk membantu dan mempercepat penyelenggaraan operasi SAR. 

Dengan demikian, kekuatan personel tim SAR Gabungan hingga kemarin Sabtu, (29/07) mencapai 220 orang yang terdiri dari Kantor SAR Cilacap, BSG, Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, TNI, Polri, instansi Pemprov Jawa Tengah maupun Kabupaten Banyumas, organisasi masyarakat, mapala, serta keluarga dan masyarakat setempat.

Tim SAR Gabungan dibagi ke dalam enam sektor kerja (worksite), yakni Worksite A-1 di galian Sumur Bogor dengan menggunakan lima pompa air submersible. Selanjutnya Worksite A-2 di galian Sumur Dondong dengan menggunakan 2 pompa air submersible, Worksite A-3 di Sumur I menggunakan dua pompa air submersible, Worksite A-4 di Sumur II menggunakan satu pompa air submersible. Kemudian Worksite A-5 di bendungan sungai menggunakan satu pompa air submersible dan Worksite A-6 di Galian Majenang menggunakan dua pompa air submersible.

“Hingga hari ini (30/07) tim masih standby dilokasi dan memberikan dukungan tenaga  dan logistik berupa bahan untuk dapur umum dan membuka layanan Pos Hangat. Dari rapat koordinasi, untuk proses evakuasi di dalam zona tambang memang sangat terbatas selain (bagi personel) Basarnas, TNI dan Polri.  Dari rapat koordinasi itu juga, tim medis dari PMI dan Dompet Dhuafa diminta standby melakukan pemeriksaan untuk tim SAR guna mengantisipasi masalah kesehatan akibat kelelahan karena sudah masuk hari ke-4 operasi SAR ini,” ujar Fadhilah Rosyid Pradana, Penanggung jawab dari tim Respons Dompet Dhuafa Jawa Tengah dalam laporannya kepada DMC Dompet Dhuafa

***

tags: #dompet dhuafa #evakuasi #penambang #emas #banyumas

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI