Viral! Pelepasan Mahasiswa KKN UGM di Maluku Diwarnai Tangisan Perpisahan di Pelabuhan 

Dilihat dalam video, mahasiswa UGM sampai harus menyeka air mata ketika ia bersama teman-temannya berpamitan dengan sekumpulan anak.

Selasa, 15 Agustus 2023 | 14:37 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Maluku - viral momen pelepasan KKN mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berlangsung dengan mengharukan. Warga lokasi KKN berdatangan ke pelabuhan untuk melepas para mahasiswa. 

Dilihat dalam video, mahasiswa UGM sampai harus menyeka air mata ketika ia bersama teman-temannya berpamitan dengan sekumpulan anak. Pengunggah mengatakan, lokasi mahasiswa UGM menggelar KKN seperti dalam video berada di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku

BERITA TERKAIT:
Gempa di Maluku Disebabkan Aktivitas Sesar Utara Pulau Seram
Wilayah Maluku Utara Diguncang Gempa, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
3 Bulan Belum Digaji, Belasan Petugas Kebersihan di Seram Bagian Barat Buang Puluhan Ton Sampah di Depan Kantor Bupati 
Gunung Ibu erupsi setinggi 1,5 kilometer ke arah timur laut
Viral! Pelepasan Mahasiswa KKN UGM di Maluku Diwarnai Tangisan Perpisahan di Pelabuhan 

"terharu banget dianter sampe pelabuhan. terima kasih banda neira untuk 50 harinya dan sampai jumpa lagi," tulis pengunggah, Jumat (11/8/2023). 

Hingga Senin (14/8/2023), video tersebut sudah ditayangkan sebanyak 619.100 kali dan diunggah ulang oleh akun Instagram.

Pengunggah bernama Jacgua Proexs mengungkap momen haru ketika warga dari dua desa datang ke pelabuhan demi melepas kepergian mahasiswa UGM dari lokasi KKN. Jacgua adalah mahasiswa Program Sudi (Prodi) Ilmu Komunikasi UGM yang mengunggah video tersebut. 

Di lokasi KKN, ia bertindak sebagai anggota tim KKN-PPM UGM kecamatan Banda, Maluku Tengah. Saat dikonfirmasi, ia menjelaskan momen warga melepas kepergian mahasiswa UGM tersebut terjadi di Pelabuhan Banda Neira, Kamis (10/8/2023). 

Pada saat itu, ia bersama teman-temannya hendak meninggalkan Banda Neira setelah menjalankan KKN pada 23 Juni-10 Agustus 2023. Namun, sebelum beranjak dari wilayah yang dijuluki sebagai "Surga dari Timur" tersebut, mereka diantar oleh warga dari dua desa, yakni Desa Boiyauw dan Desa Lonthoir, Pulau Banda Besar. 

"Pemuda, masyarakat umum, hingga kepala desa menunggu di pelabuhan sampai kapal (mahasiswa UGM) berangkat," kata Jacgua, Senin (14/8/2023).

Lebih lanjut, Jacgua menjelaskan program kerja (proker) apa saja yang ia kerjakan bersama teman-temannya di Banda Neira. 

Salah satunya adalah mengajar anak-anak di Banda Neira dengan materi seputar bencana alam, keamanan internet, pengenalan satwa, pengembangan softskill, cara mencuci tangan, dan apoteker cilik. 

"Di bidang pertanian atau perkebunan hidroponik, vertikultur, biopori, penanaman pala, ekowisata, dan pengembangan SDM untuk petani pala," jelasnya. 

"Di perikanan ada yang membuat dimsum dari ikan, nugget dari ikan, dan patty fish. Kami membantu juga perangkat desa dalam pengembangan website melalui cara pembuatan artikel berita," sambung Jacgua. 

Saat ditanya soal perasaannya ketika warga dari dua desa mengantar sampai ke pelabuhan, Jacgua mengaku terharu. Namun, ia tidak tahu secara pasti apa alasan warga rela melakukan hal ini. 

"Tidak tahu alasan pastinya. Reaksi dari kami sangat terharu bahkan menangis karena berpisah dengan orang-orang yang sangat baik hati dan sayang terhadap kami," pungkas Jacgua.
 

***

tags: #maluku #kkn #ugm #viral #pelepasan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI