Kronologi Viralnya Pasangan Pengantin Candra-Dila Hilang dan Hutang Rp21,7 Juta pada WO 

"Mohon infonya jika melihat dua org ini...! Mereka menghilang sejak awal Juni & belum ditemukan sampai hari ini. Jika ada yg melihat keberadaan mereka tolong hubungi kami."

Kamis, 17 Agustus 2023 | 13:41 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - pasangan pengantin asal Palembang kini viral karena disebut-sebut menghilang setelah menikah namun masih memiliki hutang kepada pihak Wedding Organizer.

Hal ini terungkap lewat akun Instagram @musiwedding yang mengunggah video memperlihatkan pasangan pengantin bernama Candra dan Dila. 

BERITA TERKAIT:
Viral di Medsos! Wanita di Pati Dapat Teror Kiriman Taburan Bunga dan Tanah, Diduga untuk Hancurkan Bisnisnya 
Pernikahan Viral di Jepara, Seserahan Lemari Jati hingga Mobil
Ramai-ramai Warganet Kritik ITB Tawarkan Pinjol untuk Bayar UKT: Diajari Ngutang Sejak Dini
Viral! Disparekraf DKI Jakarta Buka Loker, Syarat Hp Iphone 13 Pro
Beredar Video Kades di Rembang Beri Ramai-ramai Dukung Jokowi, Dukung Paslon Tertentu?

"Mohon infonya jika melihat dua org ini...! Mereka menghilang sejak awal Juni & belum ditemukan sampai hari ini. Jika ada yg melihat keberadaan mereka tolong hubungi kami."

Founder Sanggar Musi, Heri, menceritakan kronologi kejadian. Di mana beberapa bulan lalu sepasang kekasih tersebut melakukan booking Rp2 juta atau Rp3 juta untuk ambil paket pernikahan. 

Akan tetapi terdapat keraguan dalam memilih apakah acara pernikahannya akan diadakan selama satu hari atau dua hari. 

Lebih lanjut Heri menjelaskan, “Kami selalu berusaha memberikan fleksibilitas kepada pasangan calon pengantin kami. Kami ingin memastikan bahwa mereka bisa memilih paket pernikahan yang sesuai dengan harapan mereka.”

Pasangan Chandra dan Dila pada awalnya hanya memesan dekorasi dan busana. Namun, kemudian mereka memutuskan untuk menambah tenda dekorasi beberapa hari menjelang acara.

"Awalnya itu mereka tidak pakai tenda dan dekorasi, hanya MUA (make-up artist) dan baju saja. Tetapi, beberapa hari kemudian sebelum acara, mereka mau ambil paket sekalian sama tenda. Jadi totalnya setelah dihitung Rp30 juta," kata Heri.

"Nah pada saat itu kan kami lagi ke Semarang, Solo dan Yogyakarta. Tetapi, kami tetap komunikasi via telepon dan WhatsApp. Seperti biasa di H-7, pegawai kami menanyakan mau tambah DP atau tidak? Dijawab ia nanti mau transfer," sambung Heri. 

Bahkan, pasangan pengantin sudah minta nomor rekening. Tetapi, ternyata belum dikirim. "H-7 juga belum ditransfer. Jadi, kami minta di H-3, karena kata keluarga perempuan semua uang dipegang calon pengantin pria," terang Heri. 

Ketika ditagih pada H-3, pengantin tersebut berjanji membayar H-1. "Tetapi, posisinya saat itu kami sudah pasang tenda dan semua sudah siap. Ketika H-1 ditagih lagi, katanya ada keperluan untuk bayar masak dan lain-lain. Mereka meminta untuk membayar di hari H. Akhirnya kami pun percaya, karena ini kali kedua memakai jasa kami. Karena dulu Kakak ipar perempuan juga pakai jasa kami," tutur Heri.

"Akhirnya pihak WO menunggu pembayaran. Lagi-lagi, pasangan pengantin ini meminta tolong kepada iparnya untuk bilang ke kami kalau bayaran setelah resepsi selesai atau H+1," tambah Heri. Dari sana ,lanjut Heri, dirinya mulai curiga, kenapa pembayaran ditunda-tunda. "Dari tim juga sudah capek, karena posisi acara di Gasing, sangat jauh dan menguras tenaga ya. Jadi, kami setujui," terang Heri.

Dari sana ,lanjut Heri, dirinya mulai curiga, kenapa pembayaran ditunda-tunda. "Dari tim juga sudah capek, karena posisi acara di Gasing, sangat jauh dan menguras tenaga ya. Jadi, kami setujui," terang Heri.

Di saat hari H pelunasan, pihaknya menunggu pembayaran dari sepasang pengantin tersebut. Pada pukul 16.00 WIB, pasangan pengantin ini datang dengan membawa uang hanya Rp4 juta atau Rp5 juta.

"Terus dia bilang uang Rp15 juta-nya dipakai keperluan lain," jelas Heri. Pihak WO tentu tidak terima dan meminta haknya. Singkat cerita, ternyata sang pria (Chandra) tidak jujur pada keluarga perempuan. 

Candra sudah mengambil uang Rp15 juta dari pihak keluarga perempuan. Chandra bilang pada keluarga perempuan bahwa uang sisa WO sudah ditransfer. Tetapi, nyatanya belum ada. Karena pihak WO sudah capek, akhirnya pihak WO menceritakan ke kakak ipar pengantin perempuan. 

"Kakak iparnya ini tidak tahu kalau seperti itu," terang Heri. Beberapa hari kemudian, keduanya (Candra dan Dila) menghilang tanpa kabar. Pihak keluarga dari perempuan menyerahkan semua urusan ke pihak keluarga laki-laki, karena Chandra sudah membawa uang dan emas. 

"Awalnya kami minta jaminan H+7 kepada keluarga si pria. Karena kami kan harus bayar vendor, tenda dan lain-lain. Karena tidak ada jaminan mereka minta keringanan. Sepakat di bulan Juli mau bayar Rp4 juta, ternyata bohong alasannya bayar fotografer," terang Heri. 

Lalu di Agustus, pihak WO bertanya lagi ke keluarga pria, karena katanya mau bayar double Rp8 juta. Namun, nyatanya belum dibayarkan, malah hanya dibayar Rp1 juta dari sisa yang belum dibayar Rp 22,7 juta. Karena baru dibayar Rp1 juta artinya, masih sisa Rp21,7 juta lagi. 

"Kami sudah bingung ini keluarga pria juga tidak ada solusi. Kami bilang yang bisa menyelesaikan ini pengantinnya saja. Maka kami izin mencari keberadaan si mempelai, yang akhirnya kami buat video teaser di TikTok," kata Heri. 

Karena bingung Whatsapp, media sosial tidak aktif, maka pihak WO membuat video di akun Instagram, mencari keberadaan kedua pasangan sejoli tersebut. Dengan adanya video tersebut, Heri berharap, Chandra dan Dila mau bertanggungjawab. 
 

***

tags: #viral #pasangan pengantin #hutang #wedding organizer #palembang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI