Cuaca Panas Picu Ribuan Balita di Pati Sakit ISPA 

memasuki musim kemarau belakangan ini, grafik anak yang terjangkit ISPA cenderung meningkat.

Senin, 28 Agustus 2023 | 19:33 WIB - Kesehatan
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Pati - Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat bahwa hingga Juli 2023 terdapat 10.959 anak balita menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.561 anak berusia di bawah 1 tahun. Selebihnya, yakni 8.398 anak, berada pada rentang usia 1 sampai kurang dari 5 tahun.

BERITA TERKAIT:
Inspeksi Kesehatan Lingkungan TPP, Tim Puskesmas Datangi Lapas Brebes
Dinkes Blora Catat 1.150 Orang Alami Masalah Kejiwaan
Banyak Anggota KPPS Terkena Hipertensi dan Darah Tinggi Selama Pemilu
Kasus Demam Berdarah di Klaten Meningkat, Dua Pasien Meninggal
Cegah DBD, Polres Semarang Fooging Lingkungan Markas

Jumlah anak penderita ISPA yang mendekati 11 ribu anak itu terkategori bukan pneumonia.

Di luar kategori tersebut, hingga Juli 2023 ini tercatat ada 2.287 balita (di bawah usia 5 tahun) yang terjangkit ISPA Pneumonia. Kemudian, ada 9 balita yang terkategori Pneumonia Berat. 

Data tersebut disampaikan oleh Pengampu Program ISPA pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Syamsul Ma'arif. Dia menyebut, memasuki musim kemarau belakangan ini, grafik anak yang terjangkit ISPA cenderung meningkat.

cuaca panas yang mengakibatkan kondisi tanah kering dan berdebu dinilai jadi pemicunya.

"Penyebabnya dari tahun ke tahun sama. Paling utama kondisi cuaca. Saat ini cuaca tidak menentu. Panas kering, debu banyak. Itu salah satu penyebab ISPA," jelas Syamsul.

Faktor cuaca merupakan penyebab eksternal atau dari luar. Demikian pula apabila balita tinggal di lingkungan perokok. Asap rokok juga jadi penyebab eksternal pemicu ISPA. Ada pula penyebab internal atau dari dalam, yakni perilaku hidup yang tidak bersih dan sehat.

"Kemudian PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang buruk juga bisa jadi penyebab. Misalnya anak balita main di luar, kena debu. Lalu mereka makan tanpa cuci tangan dulu," ungkap dia.

Kondisi imunitas anak juga jadi faktor penentu tingkat keparahan ISPA.

Menurut Syamsul, semua kategori usia bisa terkena ISPA. Namun, pada bayi atau balita, tingkat keparahannya cenderung lebih tinggi. Sebab, bayi di bawah 5 tahun imunitasnya belum sempurna.


 

***

tags: #dinas kesehatan #anak #balita #pati #cuaca panas

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI