Oknum TKA China Lakukan Pelecehan Seksual pada Karyawati di Rembang, Terancam Deportase 

Menanggapi hal ini Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Rembang merekomendasikan TKA tersebut dideportasi. Kejadian tersebut terjadi pada 4 Agustus lalu. 

Selasa, 05 September 2023 | 16:24 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Rembang - Seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) China yang bekerja di sebuah perusahaan di Rembang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang karyawan perempuan. TKA tersebut kini dilaporkan kepada pihak berwajib. 

Menanggapi hal ini Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Rembang merekomendasikan TKA tersebut dideportasi. Kejadian tersebut terjadi pada 4 Agustus lalu. 

BERITA TERKAIT:
Sebanyak 11 WNA Bermasalah Dideportasi ke Negara Asal
Salahgunakan Izin Tinggal, Investor Bodong dari Kazakhstan Dideportasi ke Negara Asal
Oknum TKA China Lakukan Pelecehan Seksual pada Karyawati di Rembang, Terancam Deportase 
Dua WNA Dideportasi Kantor Imigrasi Wonosobo, Ini Alasannya
Empat WNA Nigeria dan Satu Warga Rusia Dideportasi dari Bali, Ini Penyebabnya

Dari pengakuan korban yang berinisial IA tersebut, pelecehan itu terjadi saat dirinya sedang menjalani hari pertama masuk kerja.

Lantaran menjadi karyawan baru, dirinya pun mendapatkan training (pelatihan) dari oknum TKA tersebut.

Awalnya, perempuan berusia 21 tahun ini diberikan training (pelatihan) bersama karyawan lainnya.

Setelahnya, IA justru dibawa ke ruangan tersendiri, sehingga dia hanya berdua bersama dengan oknum TKA tersebut.

Di sinilah yang bersangkutan mendapat perlakuan yang dinilai mengarah kepada pelecehan. Atas kejadian itu, Kepala Dinperinaker Rembang, Dwi Martopo telah meminta keterangan dari korban pada Selasa (5/9).

Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, korban disentuh di bagian tangan hingga sekitar dada. Parahnya, tindakan itu diketahui dilakukan hingga berulang kali.

Setelahnya, saat tiba jam istirahat, korbanpun berniat keluar dari pabrik. Namun, hal itu justru tidak diperkenankan oleh petugas keamanan.

Akhirnya, korbanpun menghubungi salah satu temannya dan laporan tersebut diteruskan ke pihak Dinperinaker.

Lebih lanjut, kata Martopo, pihaknya pun menindaklanjuti perkara ini dengan melaksanakan mediasi antara manajemen perusahaan dan korban.

Dari hasil pertemuan tersebut, korban diberikan waktu tiga hari untuk memutuskan, apakah tetap ingin bekerja atau mengundurkan diri dari perusahaan.

"Untuk permintaan dari kami, jelas TKA ini diberhentikan dari pekerjaannya," ujarnya.

***

tags: #deportasi #rembang #tka #china #pelecehan seksual

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI