Kata MUI Soal Kemunculan Ganjar Pranowo dalam Tayangan Azan di TV Swasta: Boleh-boleh Saja, Tapi..

Atas hal tersebut, Anwar menegaskan jika tayangan itu kemudian mendatangkan kerugian yang besar, lebih baik ditinggalkan.

Senin, 11 September 2023 | 16:19 WIB - Ragam
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta - Kemunculan Calon Presiden (Capres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dalam tayanga azan di TV swasta menuai kontroversi karena dianggap politik identitas. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun buka suara mengenai hal ini.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menilai tayangan azan yang yang menampilkan Ganjar hal yang lumrah. Anwar menilai tidak ada yang salah dalam tayangan tersebut.

BERITA TERKAIT:
Hasil Real Count KPU Luar Negeri: Ganjar 37,77%, Anies 31,56% dan Prabowo 30,67%
TPN akan Gandeng Kubu Amin untuk Bentuk Tim Khusus
Alam Ganjar; Saya Yakin Bapak Menang
Doa Warga Saat Ganjar Nyoblos di Semarang: Semoga Menang ya Pak!
Bubur Merah Putih dan Harapan Ganjar Pada Pemilu 2024

"Karena saya bukan seorang politisi, maka bagi saya pribadi peristiwa tayangan azan dengan memunculkan video Ganjar Pranowo tidaklah bermasalah bahkan hal demikian menurut saya sangat bagus," kata Anwar Abbas, Minggu (10/9/2023).

Menurut dia dalam tayangan azan terdapat muatan dakwah mengajak orang untuk salat atau berbuat baik. Sehingga, Anwar menganggap tayangan azan yang menampilkan Ganjar sah-sah saja.

"Jadi apa yang dilakukan oleh Ganjar tersebut menurut saya boleh-boleh saja apalagi nilai dan dampaknya terhadap kehidupan keagamaan umat Islam tentu akan sangat besar," tuturnya.

Dia pun mengajak bakal capres lain mengikuti hal serupa, selama niatnya memang untuk membawa kebaikan.

"Oleh karena itu kalau ada bakal calon presiden yang lain yang juga mau melakukan hal yang sama dan serupa saya rasa cukup bagus serta silakan saja," jelas Anwar.

Meski demikian, Anwar menyadari tayangan azan magrib yang memunculkan gambar Ganjar menimbulkan pro dan kontra, apalagi Pemilu 2024 semakin dekat. 

"Jika itu yang terjadi maka ada satu qaidah yang sangat dikenal dan terkenal di kalangan ulama fiqih dan ushul fiqih yang sangat perlu kita ketahui, pertimbangkan dan camkan baik-baik yaitu sebuah prinsip yang berbunyi: Dar'ul mafasid muqoddam 'ala jalbil masholih," paparnya,

"Artinya meninggalkan kemafsadatan harus didahulukan dari pada mengambil kemashlahatan," tegas Anwar.

Atas hal tersebut, Anwar menegaskan jika tayangan itu kemudian mendatangkan kerugian yang besar, lebih baik ditinggalkan. Pihaknya menekankan agar menghentikan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.

"Oleh karena itu jika menyiarkan hal tersebut akan lebih besar mudharat dari pada manfaatnya atau akan menimbulkan kegaduhan dan pro-kontra di tengah-tengah masyarakat maka tentu hal-hal semacam itu lebih baik ditinggalkan saja," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Calon Presiden (Capres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo muncul dalam tayangan azan magrib di stasiun TV swasta. Kemunculan mantan Gubernur Jawa Tengah itu disebut-sebut sebagai politik identitas.

Hal tersebut pertama kali diunggah oleh akun X (Twitter) @Yom_N_Friends. Dalam unggahannya, ia menampilkan video dan foto berisi kemunculan Ganjar dalam azan magrib yang tayang di RCTI.

Dalam tayangan azan itu, terlihat Ganjar yang awalnya menyambut jamaah jamaah yang datang ke masjid. Ganjar yang mengenakan baju koko putih, sarung bermotif batik dan peci hitam mempersilakan mereka untuk masuk.

Lalu, terlihat Ganjar sedang mengambil air wudhu dengan membasuh muka. Kemudian, menjadi salah satu jamaah shalat tepat di belakang imam dan hendak sujud. Bahkan, disorot ketika sujud dan duduk tahiyat akhir.

***

tags: #ganjar pranowo #mui #azan magrib #pdi perjuangan #politik identitas

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI