Pedagang Batik di Semarang Sayangkan Pemerintah Tutup TikTok Shop

Yang perlu dibatasi itu masuknya barang impor.

Jumat, 06 Oktober 2023 | 08:39 WIB - Ekonomi
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Kebijakan pemerintah menutup TikTok Shop berpotensi memutuskan mata rantai UMKM. Kebijakan tersebut dikhawatirkan mendongkrak tingkat pengangguran. 

Pedagang batik asal Kota Semarang, Sovan Haslin mengaku keberadaan TikTok Shop memberi dampak positif bagi pelaku UMKM. Fasilitas tersebut membuat marketnya terbuka luas tanpa ada batasan ruang atau tempat. 

BERITA TERKAIT:
Usai Ngamar dan Tenggak Ciu, Seorang Pemuda Tewas Terbacok di Jalan Kartini Semarang
UNICEF Nilai Sub PIN Polio Putaran Kedua di Jawa tengah Berjalan Lancar
Seorang Teknisi Wifi Tewas Tersetrum Listrik di Semarang
Walikota Semarang Minta Puskesmas Pantau Kesehatan Petugas Rekapitulasi di Kecamatan
Doa Warga Saat Ganjar Nyoblos di Semarang: Semoga Menang ya Pak!

"Dengan TikTok Shop, saya bisa berinteraksi langsung dengan calon pembeli yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, bahkan luar negeri. Beda dengan pedagang konvensional yang persoalan jarak bisa menjadi hambatan tersendiri bagi perluasan pasar," kata Sovan, Jumat (6/10). 

Menurutnya, TikTok Shop memberikan dampak banyak terhadap penjualan produknya. "Lewat TikTok Shop, saya mampu menjual sekitar 150 pieces per hari. Pembelinya mayoritas malah datang dari luar Semarang. Bahkan banyak di antara mereka berasal luar Jawa," jelasnya. 

Terkait fasilitas live streaming yang bisa digunakan di TikTok, Sovan menyebut sebenarnya hal tersebut lazim di era digital saat ini. Banyak platform media sosial yang menyediakan fasilitas tersebut. 

Hanya saja, beberapa keunggulan di TikTok menyebabkan banyak pedagang online akhir bermigrasi ke platform media sosial asal China tersebut. 

"Alasannya memilih TikTok karena suaranya jernih, kualitas gambar jernih, dan pembawa streamingnya lucu-lucu dan bisa diajak komunikasi. Kadang tadinya tidak mau beli karena nonton hostnya lucu jadi beli," terang dia. 

Karena itu, dengan ragam manfaat yang bisa diambil pedagang kecil, Sovan menyayangkan pemerintah terburu menutup TikTok Shop. Sebab kebijakan itu berdampak pada terputusnya mata rantai pelaku usaha. Termasuk para pekerja yang terlibat di dalamnya. 

"Produk seperti batik di tempat saya, proses produksinya melibatkan banyak pelaku usaha. Ada tukang jahit, tukang potong, bagian pengepakan. Kasihan kalau mata rantai ini terputus begitu saja dengan kebijakan tersebut. Padahal ini adalah produk dalam negeri yang harusnya pemerintah bisa memberi perhatian lebih," beber dia. 

Yang perlu dibatasi pemerintah sebenarnya adalah masuknya barang-barang impor yang dijual murah di online shop. Barang-barang impor harga murah itulah meresahkan para pelaku UMKM Indonesia.

***

tags: #kota semarang #tiktok shop #batik #pelaku umkm #impor

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI