Unika Soegijapranata Berduka, Ketua Badan Pengawasan Yayasan Sandjojo Prof Sidhartani Meninggal Dunia

Prof Sidhartani mampu mengubah pola relasi antara yayasan dengan kampus.

Senin, 09 Oktober 2023 | 15:06 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- Unika Soegijapranata Semarang berduka cita, Ketua Badan Pengawas Yayasan Sandjojo Unika Prof dr Magdalena Sidhartani Zain MSc SpA(k) meninggal dunia

Dalam informasi yang dihimpun, Prof Sidhartani meninggal dunia di RS Elizabeth Semarang pada Minggu (8/10/2023) sekira pukul 09.41 WIB. Wanita berusia 77 tahun itu meninggal dunia pasca opname karena penyakit yang dideritanya. "Tentu kami sangat berduka atas berpulangnya beliau. Beliau sangat totalitas untuk Unika. Selalu ingin yang terbaik untuk Unika," kata Rektor Unika Soegijapranata Semarang Ferdinandus Hindiarto, usai misa pemberkatan jenazah Prof Sidhartani, di Kapel Ignatius Unika, Senin (9/10) siang. 

BERITA TERKAIT:
Polda Jateng Akui Minta Video ke Sejumlah Akademisi, tapi Untuk Pemilu Damai
Rektor Unika Soegijapranata sebut Ada Oknum Polisi Minta Video Narasi Kinerja Jokowi
Mahasiswa DKV Unika Soegijapranata Soroti Pengelolaan Limbah Pangan dalam Pameran Aksarasa
Unika Soegijapranata Gelar Piknik untuk 51 Pensiunan
Maret 2024, Unika Soegijapranata Punya Gedung Fakultas Kedokteran Lengkap dengan Mini Hospital

Dia menyebut almarhumah sangat totalitas. Sebab di tengah kesibukannya sebagai dosen di Undip, serta sebagai dokter di RSUP dr. Kariadi Semarang dan RS Elizabeth Semarang, almarhumah selalu memberikan karya terbaik. Karena totalitasnya, dampak positif nampak jelas di Yayasan dan di kampus. "Beliau enggak pernah setengah-setengah. Selalu habis-habisan untuk Unika," ujarnya. 

Ia mencontohkan ketika Unika hendak membangun pusat olahraga atau sport hall, saat itu pihak kampus hanya ingin membangun seperti garasi bus. Namun Prof Sidhartani menegaskan Unika harus memberikan pusat olahraga yang baik dan layak. "Saya pernah ke garasi bus Safari di Salatiga. Dulu sebenarnya hanya mau bikin seperti itu. Tapi Prof Sidhartani tidak memperbolehkan seperti itu. Tidak boleh seadanya. Untuk mahasiswa harus yang terbaik," kenangnya. 

Prof Sidhartani, kata dia, merupakan sosok yang mengawali pembangunan kampus Unika kedua di BSB. "Ketika beliau masih pengurus yayasan, beliau memikirkan beli lahan. Sampai eksekusi beli lahan ketika beliau ketua yayasan. Beliau juga masih aktif hingga saat pembangunan sampai jadi. Beliau juga mencari dosen Fakultas Kedokteran. Luar biasa sekali," bebernya. 

Selain itu, lanjutnya, Prof Sidhartani mampu mengubah pola relasi antara yayasan dengan kampus. "Dimana mana kan Yayasan memanggil Universitas. Kalau beliau malah datang ke kampus. Beliau tidak ingin menempatkan sebagai atasan atau bawahan. Semua sama," tandasnya. 

Dalam rekam jejak, Prof Sidhartani pernah menjadi Ketua Badan Pengurus Yayasan Sandjojo (2011-2016),  Wakil Ketua Badan Pengurus Yayasan Sandjojo (2006-2011) dan Pembina Fakultas Kedokteran Unika.

***

tags: #unika soegijapranata #meninggal dunia #fakultas kedokteran #rsup dr. kariadi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI