Jelang Akhir Tahun, Nana Sudjana Minta SKPD Genjot Pendapatan dan Serapan Anggaran

Selain pendapatan dan penyerapan anggaran, Nana juga mendorong percepatan program prioritas, di antaranya terkait intervensi penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Kamis, 12 Oktober 2023 | 06:12 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Jawa Tengah, diminta Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Komjen Pol (Purn) Drs Nana Sudjana untuk menggenjot pendapatan dan serapan anggaran daerah. Sebab, tahun anggaran 2023 tinggal tersisa 2,5 bulan lagi. 

Hal itu disampaikan oleh Nana saat memberikan arahan pada Rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun anggaran 2023 Triwulan III di Gedung B Lantai 5, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (11/10/2023). “Saya minta itu dimaksimalkan oleh seluruh SKPD," tandasnya.

BERITA TERKAIT:
Selenggarakan Musrenbang, Pemprov Jateng Libatkan Kelompok Rentan Dalam Perencanaan Pembangunan
Pemprov Jateng akan Tingkatkan GPM untuk Tekan Harga Beras
SMK Negeri Boarding dan Semi Boarding di Jateng Bakal Terima 777 Siswa, Pendaftaran Tidak Dipungut Biaya
Musrenbang RPJPD, Jateng Diarahkan Jadi Penumpu Pangan dan Industri Nasional
Hadiri Puncak HPN 2024, Nana Sudjana Berharap Pers Jateng Jaga Independensi dan Profesionalitas

Capaian pendapatan daerah Pemprov Jateng, menurut Nana sudah baik hingga triwulan III tahun 2023. Namun capaian itu dianggapnya masih dapat ditingkatkan lagi, khususnya terkait kepatuhan wajib pajak. 

Langkah peningkatan dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan pembayaran pajak dan atau retribusi yang lebih mudah, cepat, dan tepat. Langkah lainnya dengan memaksimalkan kinerja BUMD dengan inovasi-inovasi dalam menangkap peluang bisnis yang semakin kompetitif.

Dalam kesempatan tersebut, para  SKPD juga didorong untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran, supaya mencapai tergat yang telah ditentukan sebelumnya. 

Selain pendapatan dan penyerapan anggaran, Nana juga mendorong percepatan program prioritas, di antaranya terkait intervensi penanggulangan kemiskinan ekstrem dan menjaga stabilitas inflasi di Jawa Tengah.

Bidang lain yang harus diakselerasi intervensinya antara lain sambungan listrik murah, orang tidak bekerja, dan penyaluran bantuan.  “Optimalkan juga potensi BAZNAS, CSR, dan komunitas filantropi. Kita harus gotong royong membantu intervensi,” kata dia. 

Sementara untuk pengendalian inflasi di Jawa Tengah, SKPD terkait diminta untuk melakukan inovasi program. Selama ini stabilitas harga komoditas kebutuhan pokok sering menjadi faktor penyebab inflasi.

Langkah yang sudah ditempuh adalah menggelontorkan stok cadangan pangan pemerintah. Misalnya cadangan beras pemerintah daerah dan Bulog, pengecekan stok, dan distribusi gula dan bawang putih, serta komoditas lainnya.

***

tags: #pj gubernur jawa tengah #nana sudjana #anggaran #skpd #kemiskinan ekstrem

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI