Praktisi Grafologi Ini Baca Tulisan Tangan Mahasiswi UNNES Korban Bunuh Diri: Sedang Berada di Fase Depresi
Margin kiri disebut menggambarkan masa lalu, sedangkan margin kanan adalah masa depan.
Kamis, 12 Oktober 2023 | 15:45 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Semarang - Kasus bunuh diri yang dilakukan seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjadi sorotan berbagai pihak. Salah satunya praktisi grafologi yang mencoba membaca tulisan tangan pada surat yang ditinggalkan wanita 20 tahun tersebut.
Melalui akun X (Twitter) @omsanto, praktisi grafologi tersebut mencoba menjabarkan kondisi seseorang melalui tulisan tangannya. Di awal unggahannya, ia menegaskan bahwa hal ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat untuk lebih pro aktif mengulurkan tangan, lebih aware, lebih peka telinga terhadap keluarga, teman, orang-orang di sekitar.
BERITA TERKAIT:
Megawati Kirimkan Surat Sahabat Pengadilan kepada MK, Begini Isinya
Praktisi Grafologi Ini Baca Tulisan Tangan Mahasiswi UNNES Korban Bunuh Diri: Sedang Berada di Fase Depresi
Mahasiswi PTS di Semarang Ditemukan Tewas di Kamar Kos Bulusan Selatan
Elon Musk Surati Mark Zuckerberg Usai Threads Dirilis, Ini Isinya
Perempuan yang Ditemukan Meninggal di Gerbang SD Kutoharjo Kendal Tinggalkan Surat, Begini Isinya
Hal pertama yang 'dibaca' Santo adalah baseline, atau arah tulisan tangan. Dilihat dari surat tersebut, baseline tulisan tangan korban adalah jatuh atau menurun di akhir tiap baris. Menurutnya, ini menunjukkan diri yang pesimistis, ketiadaan energi, dan sedang berada di fase depresi.
"Individu dengan baseline menurun menganggap kehidupan sebagai sumber frustrasi, kecemasan, kekecewaan, dan seperti lingkaran setan," kata Santo, dikutip Kamis (12/10).
Meski begitu, Santo menegaskan bahwa baseline menurun tidak selalu menunjukkan depresi karena bisa saja ini bersifat temporer atau sementara. Ini bisa disebabkan adanya kelelahan fisik atau ketika sedang sakit.
Selanjutnya adalah Margin yakni jarak tulisan hingga dengan batas kertas atau halaman. Margin kiri disebut menggambarkan masa lalu, sedangkan margin kanan adalah masa depan.
Menurut Santo, margin kiri dalam tulisan korban semakin ke bawah semakin menyempit. Secara psikis, ia sedang mengalami fase pesimistis dan rentan terhadap depresi.
"Khawatir akan mengalami kegagalan dan kemudian mundur kembali. Dia mensabotase dirinya sendiri," ujar Santo.
Namun, di dua baris terakhir, margin kiri berubah menjadi makin melebar. Momentumnya tumbuh, ada keberanian untuk melangkah.
"Tapi 2 baris kalimat ini dengan konteks “pamitan” dan ingin mengatakan dia akan terbebas dari penderitaan," lanjutnya.
Sementara margin kanan dari tulisan korban tidak beraturan, ada yang mepet, ada yang jaraknya sangat lebar. Menurut Santo, ini menandakan korban memaksa terus melangkah ke masa depan, tapi tapi penuh dengan ketakutan dan kekhawatiran.
Kemudian ada spasi antar baris yang membentuk garis imajiner miring atau dinamakan parit. Ini sering ditemui ketika antara pikiran dan emosi sedang konflik.
"Semakin banyak ditemukan, makin kuat kecenderungan si penulis mengalami konflik dalam diri," terang Santo menampilkan gambar surat yang ditandai dengan beberapa 'parit'.
Selanjutnya adalah tekanan pada tulisan. Menurut Santo, tekanannya dalam coretan 1 huruf saja berbeda-beda.
"Dia mungkin menderita kecemasan. Ragu-ragu dan energinya habis oleh permasalahan, kekhawatiran, serta perasaan rendah diri," ujarnya.
Yang berikutnya adalah spasi, yang menggambarkan bagaimana si penulis terhubung dengan orang lain, lingkungan sekitarnya.
"Jika setiap kata dalam grafologi mewakili diri kita, ego kita, maka jarak yang kita berikan antar kata menunjukkan jarak yang kita jaga antara diri ini dengan orang lain," terangnya.
Dalam tulisan tangan tersebut, ada spasi yang lebar dalam kalimat "I love u, always." Ini menggambarkan perasaan yang jauh, entah secara fisik atau emosi dengan seseorang.
Yang terakhir yakni perubahan bentuk tulisan tangan dari tidak bersambung (print) menjadi kursif (bersambung). Dari surat tersebut, yang sebelumnya berbentuk tidak sambung lalu hanya 2 baris terakhir tulisannya berubah menjadi bersambung.
"Menunjukkan harapannya dalam hubungan emosional antara keluarga dan orang yang dicintainya kembali tersambung walau sudah beda dimensi dan alam," katanya.
Di akhir unggahannya, ia lantas menegaskan bahwa jika ada yang menemui tulisan tangan orang terdekat dengan ciri-ciri di atas dan dominan, beri perhatian dan jadilah pendengar yang baik.
***tags: #surat #tulisan tangan #grafologi #bunuh diri #unnes
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Semarang Siap Hadapi Banjir dengan Langkah Preventif: Belajar dari Bencana Sumatera
05 Desember 2025
OJK Sederhanakan Aturan Baru tentang Pergadaian
05 Desember 2025
Kaji Perda Jawa Tengah, Tim Analis Hukum Kemenkum Jateng Hadiri Rapat Analisis dan Evaluasi
05 Desember 2025
Polda Jateng Mulai Persiapkan Pengamanan Natal dan Tahun Baru
05 Desember 2025
Kemenkum Jateng Gelar Audit Kepatuhan PMPJ dan TKM bagi Notaris Surakarta dan Karanganyar
05 Desember 2025
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Modernisasi Armada untuk Percepat Transformasi Layanan
05 Desember 2025
Logistik dan Personel dari Jawa Tengqh Tiba, Perkuat Penanganan Pascabencana di Sumbar
05 Desember 2025
PWI Jateng dan Pemkot Semarang Apresiasi Gelaran “Tiba-Tiba Badminton” yang Digelar Jurnalis FC
05 Desember 2025
Kawal MBG Berkualitas, BPOM RI Hadirkan Mobil Laboratorium Keliling
05 Desember 2025
Gandeng LDNU, Lapas Brebes Gelar Pelatihan Dzikir Manaqib Bagi Warga Binaan
05 Desember 2025

