Biogas dari kotoran sapi hanya bisa didistribusikan ke 5 rumah di Desa Tempursari Sapuran Wonosobo. Foto : emhaka putra/kuasakata.com

Biogas dari kotoran sapi hanya bisa didistribusikan ke 5 rumah di Desa Tempursari Sapuran Wonosobo. Foto : emhaka putra/kuasakata.com

Tak Berfungsi Maksimal dan Rusak, Alat Biogas di Tempursari Hanya Dapat Pasok Enam Rumah

Biogas saat ini hanya dimanfaatkan untuk lima rumah.

Jumat, 13 Oktober 2023 | 06:22 WIB - Ragam
Penulis: Emhaka . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Wonosobo- Alat pengolahan Biogas dari kotoran sapi di Desa Tempursari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo rusak. Akibatnya alat pengganti gas elpiji ini tidak bisa digunakan setiap hari.

Berdasarkan pengamatan alat pengolahan Biogas dari kotoran limbah sapi di Desa Tempursari, kondisi alat sudah berkarat bahkan sulit untuk dioperasikan.

BERITA TERKAIT:
Jadi Irup Peringatan Hari Jadi ke-475, Nana Sudjana Apresiasi Capaian Apik Jepara
Peringati HUT ke - 475, Nana Sudjana Apresiasi Kinerja Pembangunan Pemkab Jepara
Ribuan Orang Ikuti Larungan Pesta Lomban di Jepara
Usai Disengat Ikan Pari, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Bandungharjo Jepara
Di Ujung Ramadan, Edy Supriyanta Pimpin Prosesi Buka Luwur Makam Mantingan

Sedangkan Ketua Kelompok Tani Setia Tuhu, Arifin, mengatakan alat pengolahan Biogas bantuan dari Pemprov Jawa Tengah Tahun Anggaran 2020 ini kerusakan terjadi pada alat penggilingan kotoran sapi sebelum masuk ke bak penampungan.

“Ada kendala itu dipenggilingan kotoran sapinya, jadi dulu kalau diputar walaupun manual masih enak, tapi untuk saat ini kalau diputar agak berat, jadi untuk  pengolahannya kurang maksimal,” ujarnya saat ditemui dilokasi pengolahan Biogas, Kamis (12/10/23).

Arifin juga menuturkan, sudah sejak 5 bulan lalu alat penggilingan kotoran sapi tersebut sulit dioperasikan, sehingga penggunaan untuk mengolah kotoran tidak maksimal.

Sementara itu, ia menambahkan dari lima ekor sapi didalam kandang milik Kelompok Tani Setia Tuhu hanya dapat menghasilkan sekitar 2 hingga 3 ember kotoran saja perminggunya yang kemudian diolah menjadi Biogas

Lima Rumah

Dari kurang lebih 80 KK, hasil pengolahan Biogas dari kotoran sapi tersebut hanya mampu didistribusikan ke 5 rumah dan satu buah kandang. Tak hanya untuk kompor, hasil Biogas juga digunakan untuk satu buah lampu petromax.

"Sudah sejak 5 bulan lalu alatnya rusak dan berkarat. Dikandang ada 5 ekor, paling hanya menghasilkan 2 ember atau 3 ember seminggu. Biogas saat ini hanya bisa dimanfaatkan untuk 5 rumah dan satu kandang sapi," terangnya.

Sementara itu, menurut pengelola kandang sapi milik kelompok tani, Biyat, agar Biogas bisa digunakan warga juga harus menggunakan kompor khusus bukan kompor yang biasa dijual dipasaran.

"Kalau pakai kompor gas biasa yang ada pemantiknya itu malah tidak bisa digunakan, memang harus pakai kompor khusus Biogas. Dan pemantik apinya harus manual pakai korek api," jelasnya.

Selain itu, Biyat juga mengungkapkan karena berasal dari kotoran sapi, beberapa warga pun enggan menggunakan Biogas tersebut.

"Warga tidak mau pakai Biogas ini, karena katanya buat masak makanan kok gasnya dari kotoran sapi," pungkasnya.

***

tags: #kabupaten jepara #pemprov jateng #biogas #kandang sapi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI