Secara De Facto Gibran Tak Lagi Kader PDIP

Komarudin menuturkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga telah berkali-kali melarang kadernya ada di dua kaki.

Jumat, 27 Oktober 2023 | 09:42 WIB - Politik
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Gibran Rakabuming Raka saat ini bukan lagi merupakan kader PDIP usai mencalonkan diri sebagai cawapres Prabowo Subianto

Hal ini dinyatakan Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun. Menurutnya Gibran telah melanggar aturan partai yang mana didalamnya menegaskan bahwa kader PDIP dilarang melakukan manuver. 

BERITA TERKAIT:
Prabowo-Gibran Sah Jadi Presiden-Wakil Presiden 2024-2029 
Jokowi Anugerahi 15 Kepala Daerah Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, Diantaranya Gibran dan Bobby 
Hari Ini Ditetapkan sebagai Wapres, Berapa Harta Gibran? 
KPU Tetapkan Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wapres Rabu Besok 24 April
MK Putuskan Pencapresan Gibran Tak Salahi Aturan dan Bukan Nepotisme, Warganet: Teruslah Bodoh Jangan Pintar

Komarudin menuturkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga telah berkali-kali melarang kadernya ada di dua kaki.

"Secara de facto, keanggotaan Gibran di PDI Perjuangan telah berakhir setelah pendaftarannya secara resmi menjadi cawapres dari KIM (Koalisi Indonesia Maju)," jelas Komarudin dikutip dari siaran persnya, Kamis (26/10/2023).

Dia menyebut hal biasa dalam organisasi partai apabila ada anggota yang keluar, pindah, berhenti, dan beralih ke partai politik lain.

Komarudin mengatakan keluarnya Gibran dari PDIP tak memberikan dampak negatif.

"Bahwa saat ini Gibran tidak tegak lurus dengan instruksi Partai, maka dia otomatis tidak lagi di PDI Perjuangan. Tapi ingat, keluar satu kader, ada banyak kader-kader partai baru yang potensial bergabung dengan Partai dan TPN Ganjar-Mahfud," katanya.

Dia menjelaskan bahwa Megawati telah meminta semua kader PDIP untuk tak bermanuver dam tutun ke bawah untuk memenangkan Pemilu 2024, baik Pemilu Presiden dengan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden maupun Pemilu Legislatif.

Hal itu disampaikan Megawati sejak Ganjar dideklarasikan sebagai capres pada April 2023 lalu.

Kemudian, Gibran dengan calon presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan pada 19 Mei 2023 di Solo.

PDIP menduga pertemuan tersebut bukan sebatas antara Wali Kota Solo dan Menteri Pertahanan.

DPP PDIP melakukan klarifikasi dengan mengundang Gibran ke Jakarta pada 22 Mei 2023.

"Saat itu, sebagai kader yang yunior, kami tidak menjatuhkan sanksi. Kami berikan nasihat untuk patuh pada aturan Partai. Saat itu Gibran menyampaikan terima kasih atas nasihatnya dan sebagai kader muda berjanji akan tetap tegak lurus sesuai arahan ibu Ketua Umum," tegas Komarudin.

Dia menyebut sikap PDIP terhadap status Gibran juga membuat penasaran para kader-kader PDIP di seluruh tanah air. Komarudin menuturkan bahwa dengan kejadian tersebut, masyarakat dapat menilai karakter calon pemimpin bangsa Indonesia ke depan.

"Kalau mau dibandingkan sesama calon wapres, siapa yang meragukan Prof. Mahfud MD dengan latar belakang pendidikan, integritas, pengalaman, dan karakter-nya. Jadi tenang dan optimis saja. Terus kerja dan turun ke bawah," pungkas dia.


 

***

tags: #gibran rakabuming raka #pdip #cawapres #prabowo subianto

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI