Terus Diserang Israel, Warga Palestina Terpaksa Minum Air Bersih
"Karena banyaknya orang di dalam kamp, tidak ada air. Jadi saya pikir saya akan menjadi sukarelawan, datang dengan becak dan membawa air dari tempat yang jauh,"
Sabtu, 28 Oktober 2023 | 12:32 WIB - Internasional
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Jakarta - Krisis kemanusiaan terjadi Jalur Gaza karena gempuran militer oleh Israel. Masyarakat Palestina pun mengalami krisis air bersih. Warga di Gaza mulai menggali sumur di daerah yang dekat dengan laut, juga mengandalkan air keran yang sudah terkontaminasi dengan limbah dan air laut.
"Karena banyaknya orang di dalam kamp, tidak ada air. Jadi saya pikir saya akan menjadi sukarelawan, datang dengan becak dan membawa air dari tempat yang jauh," kata seorang warga di Khan Younis, Mohammad Saqr.
BERITA TERKAIT:
Sebanyak 35.000 Paket Bantuan Kemanusiaan BAZNAS Berhasil Masuk Gaza
BAZNAS Kembali Kirim 10 Truk Paket Bantuan ke Gaza
BAZNAS Salurkan 35.000 Paket Bantuan Pangan ke Gaza
BAZNAS Distribusikan 4.600 Porsi Makanan Siap Saji di Gaza
BAZNAS Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan lewat Jalur Udara Gaza
Dia menambahkan, "Sekarang kita sedang mengisi air asin, saya siap minum dari air laut karena apa lagi yang bisa kita lakukan?"
Menurut Otoritas Air Palestina, sebelum perang pecah dan Israel memutus pasokan listrik dan air bersih ke Gaza, 90 persen air di wilayah itu memang tidak dapat diminum.
Satu-satunya akuifer di wilayah Gaza juga sudah terkontaminasi dengan limbah, bahan kimia, dan air laut. Bahkan 10 persen akuifer yang dianggap aman untuk diminum, seringkali tercampur dengan air berkualitas buruk sehingga hanya bisa dipakai untuk mencuci.
Banyak keluarga yang tinggal di Gaza memilih untuk mengebor sumur pribadi yang mengambil air jauh di bawah tanah. Hanya sejumlah kecil keluarga yang mampu membeli air mineral.
Selain itu laporan media juga mengatakan ada warga yang membeli air olahan yang disaring dengan harga lebih murah dari truk air yang berkeliling di jalanan.
Sejak awal pekan ini Israel disebut sudah mengizinkan pengiriman bantuan internasional berupa obat-obatan, makanan, dan air bersih.
Meski begitu perwakilan PBB di Palestina menyebut pengiriman bantuan itu belum tersalurkan dengan baik lantaran kontrol ketat Israel di perbatasan Gaza dengan Mesir.
tags: #gaza #palestina #israel #krisis air bersih
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
DWP Kemenkum Jateng Ikuti Rangkaian Peringatan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan
10 Desember 2025
KAI Tawarkan Celebration Deals 12.12, Tarif Kereta Eksekutif Hanya 80 Persen
10 Desember 2025
Kemenkum Jateng Tegaskan Pentingnya Budaya Sadar Hukum
10 Desember 2025
Lulu, Mahasiswi USM Raih Best Libero di Kejurnas Voli Probolinggo
10 Desember 2025
Rayakan Tahun Baru 2026 di Quest Hotel dengan Tema ala Mafia
10 Desember 2025
Quest Hotel Hadirkan Hampers Istimewa untuk Moment Natal 2025
10 Desember 2025
Bank Jateng Perkuat Sinergi dan Koordinasi TU Serta Protokol Lintas Instansi
10 Desember 2025
Pengumuman! PDAM Semarang Berlakukan Giliran Pengaliran Air di Wilayah Bukit Kencana Jaya
10 Desember 2025
BAZNAS Tangsel Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina Tahap Ketujuh Rp325 Juta
10 Desember 2025
Polda Jateng Gelar Pelatihan Manajemen Penanggulangan Bencana di Seluruh Jajaran
10 Desember 2025

