Keracunan Nasi Goreng, Puluhan Santri di Batang Dilarikan ke RS dan Puskesmas

Mereka kemudian dilarikan ke RSUD Limpung dan Puskesmas Subah. 45 santri dirawat di Puskesmas sementara 18 orang lainnya di rumah sakit. 

Selasa, 31 Oktober 2023 | 14:52 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Batang - Puluhan santri pondok pesantren (Ponpes) Al Huda, Subang, Kabupaten Batang keracaunan makanan massal setelah menyantap nasi goreng, Senin (30/10). Para santri mengalami pusing, diare, hingga mual. 

Mereka kemudian dilarikan ke RSUD Limpung dan Puskesmas Subah. 45 santri dirawat di Puskesmas sementara 18 orang lainnya di rumah sakit. 

BERITA TERKAIT:
Seorang Santriwati Diduga Tewas Keracunan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Puluhan Warga Jember Keracunan Makanan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Warga Jember Dilarikan ke UGD Puskesmas
Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Pelajar Alami Mual hingga Sesak Nafas
Puluhan Siswa di Sragen Diduga Keracunan usai Makan Kudapan

Dokter jaga Puskesmas Subah, Dian Kurniawati mengatakan, sebagian besar para santri yang mengalami keracunan kini kondisi sudah stabil dan diperbolehkan pulang. 

“Rata-rata para pasien ini mengalami kekurangan cairan. Menurut dokter, para santri mengalami keracunan karena terserang bakteri E coli dari air yang dikonsumsi,” katanya.

Salah satu santri korban keracunan, Fahmi menuturkan, dirinya mengalami gejala pusing dan, dan diare setelah makan nasi goreng pada Minggu (29/10/2023) malam. 

“Malam Senin kami makan nasi goreng bersama, terus paginya perut mules, mual, dan diare. Kalau minumnya sih macam-macam,” ucapnya. 

Pengasuh Ponpes Al Huda, KH Sobirin mengatakan, pihak pondok pesantren akan menanggung penuh biaya santri yang mengalami dugaan keracunan.  

“Kami tanggung biaya perawatan para santri. Ke depannya, kami akan meningkatkan pengawasan terkait makanan dan minuman yang dikonsumsi santri,” katanya.

***

tags: #keracunan #nasi goreng #batang #santri

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI