Masyarakat Diimbau Waspadai Potensi Puting Beliung saat Pancaroba

angin puting beliung memiliki karakteristik berupa durasi yang singkat atau sekitar 10 menit.

Kamis, 02 November 2023 | 14:58 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Cilacap - Masyarakat Jawa Tengah (Jateng) yang berada di wilayah selatan maupun pegunungan tengah Jateng diimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya angin puting beliung saat pancaroba atau saat pergantian musim. Imbauan itu disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Klimatologi (BMKG).

kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menerangkan bahwa saat ini masih berlangsung pancaroba atau masa peralihan musim, yakni dari kemarau menuju musim hujan.

BERITA TERKAIT:
Puting Beliung Terjang Rancaekek dan Jatinangor Jabar, Begini Penjelasan BMKG
Atap Rumah Warga Berterbangan akibat Puting Beliung di Perbatasan Bandung-Sumedang
Masyarakat Diimbau Waspadai Potensi Puting Beliung saat Pancaroba
Masuki Musim Pancaroba, BPBD Temanggung Imbau Warga Waspada Puting Beliung
41 Rumah di Grobogan Rusak karena Diterjang Hujan Es dan Puting Beliung 

“Secara umum, wilayah Jateng akan memasuki awal musim hujan pada bulan November ini," kata Teguh, Kamis.

Teguh menyebut, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap angin puting beliung yang berpotensi terjadi saat pancaroba. Menurut dia, angin puting beliung berpotensi terjadi terutama ketika kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari terlihat cerah dan panas terik.

“Akan tetapi saat menjelang sore hingga sore hari atau menjelang malam hari, terlihat adanya awan Cumulonimbus (Cb) yang berbentuk seperti bunga kol, menjulang, serta berwarna hitam gelap. Awan Cb ini yang berpotensi mengakibatkan terjadinya hujan lebat dengan durasi singkat disertai petir dan angin kencang atau yang dikenal dengan sebutan angin puting beliung," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan terjadinya angin puting beliung sulit diprediksi meskipun secara kasat mata terlihat adanya awan Cb yang merupakan salah satu faktor pemicunya.

Menurut dia, angin puting beliung memiliki karakteristik berupa durasi yang singkat atau sekitar 10 menit dan lokasi kejadiannya sangat lokal berkisar lima sampai 10 kilometer serta kecil kemungkinan terjadi kembali di tempat yang sama.

Terkait dengan hal itu, Teguh mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya angin puting beliung dan melakukan langkah-langkah pengurangan risiko bencana.

"Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana angin beliung, antara lain memangkas pohon untuk mengurangi kerimbunan, atau tebang pohon yang sudah mati agar tidak roboh terkena angin," sambungnya.

***

tags: #puting beliung #bmkg #pancaroba

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI