WHO Ceritakan Situasi Malam di Gaza: Nakes dan Warga Hidup dalam Gelap dan Ketakutan

"Ada lebih banyak [orang] yang terluka setiap jamnya," kata WHO.

Jumat, 03 November 2023 | 09:27 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia mengatakan para tenaga kesehatan (nakes), pasien, dan warga sipil di Gaza, Palestina menghabiskan malam dalam kegelapan dan ketakutan. 

Hingga Sabtu (28/10) listrik dan saluran komunikasi di Gaza masih padam. 

BERITA TERKAIT:
Jumlah Korban Tewas akibat Serangan Israel Bertambah Jadi 29.000 Orang
Korban Tewas akibat Serangan Israel Bertambah Jadi 28.858 orang
Update Perang di Gaza, Jumlah Warga Palestina yang Tewas Tembus 28.000 Orang
Update Perang di Gaza, 25.105 Warga Palestina Tewas Dibunuh Tentara Israel
Update Perang Hamas-Israel, Hampir 25.000 Warga Palestina Tewas di Gaza

"Selama malam pengeboman dan serangan darat yang intens di Gaza, dengan laporan serangan yang masih terjadi, petugas kesehatan, pasien, dan warga sipil mengalami pemadaman listrik dan komunikasi secara total," tulis WHO dalam sebuah unggahan di X, yang dulu bernama Twitter.

Menurut WHO, rumah sakit di seluruh Gaza beroperasi pada kapasitas maksimal, tidak dapat menerima pasien baru sementara juga "melindungi ribuan warga sipil."

"Ada lebih banyak [orang] yang terluka setiap jamnya," kata WHO. "Namun ambulans tidak dapat menjangkau mereka karena pemadaman komunikasi. Kamar mayat penuh. Lebih dari separuh korban tewas adalah perempuan dan anak-anak."

WHO mengulangi seruannya untuk "segera gencatan senjata demi kemanusiaan," dan menulis bahwa jalur yang aman juga harus dipastikan untuk "pasokan medis, bahan bakar, air, dan makanan yang sangat dibutuhkan ke dalam dan melintasi Gaza."

"WHO mengimbau kepada semua pihak yang memiliki kekuatan untuk mengakhiri pertempuran sekarang juga, sesuai dengan resolusi PBB yang diadopsi kemarin, yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan, serta pembebasan segera dan tanpa syarat bagi semua warga sipil yang ditawan."

Perang Israel dengan kelompok militan Palestina Hamas "memasuki fase baru" dengan pemboman intensif di Jalur Gaza pada malam hari.

"Kami memasuki fase baru dalam perang. Tadi malam tanah di Gaza berguncang. Kami menyerang di ats tanah dan di bawah tanah," kata Menteri Pertahanan Yoav Gallant dalam sebuah pernyataan video, dikutip dari AFP, Sabtu (28/10).

Pernyataan ini mengacu pada terowongan militer yang baru dibangun Hamas di bawah Gaza yang jadi target serangan militer zionis.

Hamas sebelumnya mengatakan bahwa Israel telah "memutus jalur komunikasi dan sebagian besar internet di Jalur Gaza" sejak Jumat (27/10). Selain itu, mereka juga memadamkan listrik di wilayah tersebut.

Akibatnya, sejumlah badan kemanusiaan hilang kontak dengan staf mereka di Jalur Gaza usai saluran komunikasi di daerah kantung itu mati total.

Sekjen WHO Tedros Ghebreyesus melaporkan, pihaknya tak bisa menghubungi tim WHO di Gaza maupun mitra-mitra kesehatan lainnya.

Tedros pun menyatakan kekhawatirannya atas keselamatan tim medis serta kesehatan pasien di Gaza.


 

***

tags: #gaza #who #world health organization # tenaga kesehatan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI