Usai Geger Kekerasan Seksual di UNY, Kini Ketua BEM FBS UNESA Dilecehkan di Depan Umum

Saat itu, Dhebby yang merupakan Ketua BEM FBS UNESA sedang mengawasi mahasiswa baru 2023 di depan gedung rektorat.

Senin, 13 November 2023 | 11:53 WIB - Ragam
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Usai geger pelecehan seksual yang dialami mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kasus serupa terjadi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Seorang Ketua Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa yang mengaku mendapat pelecehan dari seorang mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Unesa.

Kabar tersebut diungkap sendiri oleh Ketua BEM FBS Unesa Dhebby Silvia Putri melalui Instagram stories miliknya. Ia lantas menceritakan kronologi kejadian saat pelaku yang diketahui bernama Haqqani Fawwaz Alkaromi, melecehkan dirinya.

BERITA TERKAIT:
Unnes Buka Seleksi Mandiri Jalur Prestasi, Bentuk Pengakuan terhadap Talenta Kaum Muda
Peduli Lingkungan, Kampus Ini Gelar Buber dengan Takjil Bungkus Daun Pisang 
Mahasiswa Korban Magang di Jerman Terjerat Hutang Rp50 Juta, Dijanjikan Gaji Rp30 Juta Sebulan
Korban TPPO Modus Magang di Jerman Dipekerjakan Jadi Kuli
Tiga dari Lima Tersangka TPPO Modus Magang ke Jerman Belum Ditahan, Polisi Jelaskan Alasannya 

Diceritakan Dhebby, insiden pelecehan terjadi saat agenda simulasi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi mahasiswa Baru (PKKMB) pada Agustus 2023 lalu. Saat itu, Dhebby yang merupakan Ketua BEM FBS Unesa sedang mengawasi mahasiswa baru 2023 di depan gedung rektorat.

"Pada 20 Agustus 2023, saya Dhebby mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2020 di depan gedung rektorat saat mengawasi mahasiswa Baru 2023 simulasi PKKMB 2023," tulisnya, dikutip dari akun Instagram milik-nya, @dhebbysilvia.

Di lokasi tersebut, Dhebby awalnya berkumpul dengan biro dalam negeri BEM FBS Unesa untuk memantau mahasiswa baru. Ketika waktu salat Asar tiba, teman-teman Dhebby pergi salat Asar sementara dia tidak ikut karena sedang tidak salat.

Ia kemudian berkumpul bersama teman-teman Ketua BEM dari fakultas lain yang semuanya adalah laki-laki, untuk mengobrol dan memantau mahasiswa baru. Tak lama kemudian, pelaku datang bersama teman-temannya dan menyalami semua orang di sana kecuali Dhebby.

"Pelaku hanya menatap saya pada saat itu posisi badan saya menghadap lapangan kemudian beliau membalikkan diri, menghadap kelapangan dan menempelkan seluruh tubuhnya ke tubuh saya, menyender dan bertumpu kepada saya," bebernya.

Kondisi itu membuat dirinya terjepit dan seluruh tubuhnya mengenai tubuh pelaku meskipun mencoba untuk menggeser namun kesulitan karena Alkaromi bertubuh besar.

"Saya mencoba untuk mendorong beliau tetapi juga tidak bisa. Sampai pada akhirnya beliau berdiri tegak dan menertawakan saya, beliau mengakatakan "oh ada orang disini?"sambungnya.

Diterangkanya, bahwa hal ini (pelecehan) dilakukan oleh Alkaromi di depan umum bahkan di hadapan banyak laki-laki 

"Saat itu saya merapikan pakaian saya karena lecak bekas disender oleh pelaku. Kata yang bisa saya ucapkan hanyalah 'apa sih maksud lu?'. Kemudian pelaku menarik id card saya (kebetulan saya memakai lanyard BEM) dan dia berkata 'apaan nih'," urainya.

Dikatakan Dhebby, mendapatkan perlakuan seperti itu dari pelaku dirinya hanya bisa menangis. Ketika dirinya menelpon dan menanyakan apa tujuan pelaku berbuat demikian, dirinya hanya mendapat jawaban bahwa hal itu hanya becanda.

Padahal menurutnya, dirnya hanya ingin masalah ini dapat diselesaikan dengan pihak ketiga yakni Satgas PPKS. Akan tetapi pelaku menolak dan malah mengancam balik dirinya.

"Saat saya bilang bahwa saya ingin masalah ini diselesaikan oleh PPKS, pelaku malah memberikan ancaman kepada saya dengan berkata 'oh lu mau kasusin ini? Gua juga bisa kasusin lu balik'. Jawaban saya saat itu hanyalah 'silakan, saya merasa tidak bersalah'," terangnya lagi.

Dengan apa yang dialaminya ini, Dhebby mengaku bahwa dirinya berharap agar pelaku yakni Haqqani Fawwaz Alkaromo dapat diberikan sanksi sesuai dengan perundang-undangan.

"Saya sangat berharap agar bisa segera terselesaikan karena proses penyelesaian kasus ini sangat berdampak kepada psikis saya," tegasnya. 

***

tags: #mahasiswa #ketua bem #unesa #pelecehan seksual #uny

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI