Pancaroba, Mbak Ita Imbau Warga Kota Semarang Waspadai Beberapa Penyakit

Pada masa pancaroba respon tubuh akan mengalami perubahan.

Sabtu, 18 November 2023 | 10:11 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - WaliKota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi dan kesehatan agar tidak mudah sakit saat pergantian musim dari kemarau ke musim hujan.  

"Memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan, kami mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kondisi tubuh. Biasanya di masa ini memang daya tahan tubuh agak menurun, maka harus benar-benar dijaga kesehatannya," ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya di Balai Kota Semarang, Sabtu (18/11/2023). 

BERITA TERKAIT:
Walikota Semarang Lantik 857 Pejabat Fungsional, Peroleh TPP dan Jenjang Karir
Literasi Tak Hanya soal Baca Tulisan, tapi Memaknai Fenomena
Dua Kejadian Anak Hanyut di Sungai, Walikota Semarang Minta Warga Awasi Buah Hati
Walikota Semarang Tegaskan Anjing Bukan untuk Dikonsumsi
Gandeng ICW dan Pattiro, Pemkot Semarang Tegaskan Komitmennya untuk Cegah Korupsi

Seperti diketahui, masa pancaroba merupakan kondisi transisi atau pergantian dari musim satu ke musim lainnya, yaitu terjadi di antara musim hujan dan musim kemarau. Kondisi ini ditandai dengan cuaca yang tidak menentu, seperti angin yang bertiup sangat kencang dan diikuti curah hujan yang relatif tinggi.

"Ada beberapa ancaman penyakit di masa pancaroba, mulai dari diare, demam berdarah, flu, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan sebagainya. Setiap tahunnya masa pancaroba pasti terjadi, dan Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang sudah menyiapkan langkah dan penanganannya dengan menyiapkan segala sesuatunya, termasuk obat-obatan di puskesmas maupun rumah sakit," jelasnya. 

Masyarakat Kota Semarang, lanjutnya, harus mulai menjaga kondisi. Hal ini karena akan banyak penyakit yang menyerang di masa pancaroba ini. 

"Karena banyak genangan setelah hujan, maka penyakit yang sering terjadi yakni diare dan leptospirosis. Ini biasanya karena sanitasi yang kotor," jelasnya.

Selanjutnya, Demam Berdarah Dengue (DBD) juga harus diantisipasi, karena saat hujan akan banyak air menggenang di kolam dan pot-pot. 

"Sehingga melalui PKK kami giatkan PJN (Pemberantasan Jentik Nyamuk) dan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Tentunya masyarakat juga harus rajin membersihkan genangan air untuk mencegah penyakit-penyakit itu," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam mengatakan, pada masa pancaroba, kebanyakan respon tubuh akan mengalami perubahan, yakni menurunnya imun tubuh. Hal ini berpotensi terjadinya infeksi atau penyakit lain karena respon tubuh dalam menghadapi perubahan cuaca yang terjadi.

***

tags: #mbak ita #pancaroba #kota semarang #warga #kepala dinas kesehatan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI