Viral Bayi Prematur Berbobot 1,5 Kg di Tasikmalaya Dijadikan Konten Pemotretan 'New Born' hingga Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

Usai melahirkan, bidan menyuruh istrinya pergi ke kamar mandi sendiri untuk membersihkan badan dari darah-darah yang tersisa usai persalinan.

Selasa, 21 November 2023 | 16:10 WIB - Ragam
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Kasus di mana seorang bayi prematur dengan bobot 1,5 kg di Tasikmalaya meninggal dunia viral di media sosial. Meninggalnya bayi malang tersebut diduga karena dijadikan konten pemotretan 'new born' oeh klinik yang bersangkutan alih-alih dirawat secara intensif.

Hal tersebut pertama kali diungkapkan oleh pemilik akun Instagram @nadiaanastasyasilvera yang merupakan kakak dari ayah korban. Ia mengungkapkan bahwa bayi terebut dijadikan konten pemotretan 'new born' tanpa persetujuan pihak keluarga. 

BERITA TERKAIT:
Viral Bayi Prematur Berbobot 1,5 Kg di Tasikmalaya Dijadikan Konten Pemotretan 'New Born' hingga Meninggal Dunia, Ini Kronologinya
Bayi Prematur di Kudus yang Ditemukan di Rumpun Bambu Meninggal Usai Dirawat
Bayi Prematur Ditemukan Menangis di Kuburan 

"Bayi 1,5kg kalian beginikan tanpa ada ijin dari pihak keluarga, tanpa ada pemberitahuan dari pihak keluarga. Yang harusnya ini bayi di inkubator dan diberikan perawatan intensif malah kalian buat review dan konten. Dimana hati nurani kalian. Ini manusia loh bukan binatang!!" tulis Nadia melalui laman Instagram @nadiaanastasyasilvera.

Nadia juga membagikan surat kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya yang ditulis oleh ayah korban, Erlangga Surya Pamungkas, yang berisi kronologi yang kejadian sejak bayi tersebut dilahirkan hingga dinyatakan meninggal dunia

Awalnya pada Senin (13/11) pukul 16.00, Nisa Armilla, adik iparnya datang ke Klinik Alifa merasakan kontraksi di usia kehamilan 9 bulan tepatnya 36 minggu. Sebelumnya, Nisa memang biasa kontrol kehamilannya di klinik tersebut dengan seorang bidan. 

Namun sore itu, Nisa diminta pulang ke rumah karena baru pembukaan dua. Lalu tepat jam 8 malam, suami membawa istrinya kembali ke klinik tersebut. 

Menurut kronologi, mereka tak dilayani dengan baik. Para bidan justru terus sibuk dengan handphonenya masing-masing dan tidak memberi edukasi harus bagaimana agar proses persalinan lancar.

Setelah Nisa menangis kesakitan, barulah para bidan ini memberi tindakan. Singkatnya, pada 13 November pukul 22.00 WIB bayi lahir. Menurut Erlangga Surya Pamungkas, suami Nisa, bidan tersebut menjadikan istri dan anaknya bahan praktik untuk mahasiswa yang ada di sana. 

Usai melahirkan, bidan menyuruh istrinya pergi ke kamar mandi sendiri untuk membersihkan badan dari darah-darah yang tersisa usai persalinan.

Berat awal yang ditimbang di klinik 1,7 kg, namun pihak klinik tidak memberi tahu informasi seperti panjang bayi dan jenis kelamin, hingga berapa jumlah jahitan. Usai lahir, bayi pasangan Erlangga Surya Pamungkas dan Nisa Armila ini memang sempat dirawat di inkubator. 

Namun, bayi yang biasanya ditaruh di inkubator dalam keadaan tak memakai baju justru dipakaiakan baju dua lapis. Bayi kecil ini juga tak dipakaikan kacamata untuk menghalangi sinar secara langsung.

Sehari setelah melahirkan, ibu dan bayi prematur ini diizinkan pulang ke rumah pada 14 November 2023. Saat sudah berada di rumah dan sempat bermain serta memberikan susu seperti yang diarahkan oleh pihak klinik, tiba-tiba pukul 21.00 WIB Nisa berteriak sambil menangis kalau detak jantung bayinya tidak terdengar.

Panik, orang tua bayi ini pun terus menerus menelepon bidan di klinik tempat mereka melahirkan, namun tidak ada jawaban. Akhirnya nomor bidan tersebut pun tidak aktif.

Karena tak kunjung ada jawaban, ayah korban pun langsung membawa bayinya ke klinik. Namun sesampainya di sana, klinik tersebut tutup dan dalam keadaan digembok. Bingung, ia pun terus menggedor klinik tersebut hingga dibukakan oleh seorang pria yang didiuga dokter.

Setelah di bawa masuk ke klinik dan dicek, bayi prematur tersebut pun dinyatakan sudah meninggal dunia. Masih tak percaya, keluarga kembali membawa bayi ini ke rumah sakit besar. Disebutkan bahwa bayi ini berbobot 1,5 kg. 

Dokter pun mengaku heran bagaimana bisa bayi 1,5 kilogram diizinkan pulang ke rumah hingga akhirnya meninggal dunia.

"Suster dan dokter di sana kaget kenapa ini anak dengan BB hanya 1,5 kg bisa pulang? Minimal inkubator untuk bayi dengan BB 1,5 kg adalah selama tujuh hari atau sepuluh hari," ucap dokter seperti yang ditulis Erlangga dalam kronologinya.

Ia juga mengaku jika bayi tersebut lahir tanpa diberi surat lahir oleh klinik terkait. Bahkan untuk bukti pembayaran, mereka hanya memakai kertas kosong dengan tulisan tangan saja. Lalu untuk surat kematian sang bayi pun di urus dan diberikan oleh pihak rumah sakit.

Pihak keluarga pun sudah membuat laporan ke pihak kepolisian. Mereka pun terus berusaha dan tak menyerah serta berharap mendapat keadilan atas meninggalnya bayi tersebut. Kasus ini pun viral dan membuat warganet ikut marah akan hal ini.
 

***

tags: #bayi prematur #tasikmalaya #meninggal dunia #konten #kronologi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI