UMP Jateng 2024 Diputuskan Naik 4,02 Persen, Tak Sesuai Harapan Buruh  

"Kenaikan sebesar 4,02 persen artinya kenaikan buruh hanya Rp78.000. Itu sangat jauh dari cerminan kehidupan layak di Jawa Tengah,"

Rabu, 22 November 2023 | 10:21 WIB - Ekonomi
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengumumkan nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2024 sebesar Rp2.036.947. Nilai itu naik sekitar 4,02 persen dari UMP 2023 yang tercatat sebesar Rp1.958.169,69.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Azis menyampaikan, UMP Jawa Tengah 2024 ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 561/54 Tahun 2023 tanggal 21 November 2023, serta mendasarkan Surat Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor B-M/243/HI.01.00/XI/2023 hal Penyampaian Informasi Tata Cara Penetapan Upah Minimum Tahun 2024 serta Data Kondisi Ekonomi dan Ketenagakerjaan untuk Penetapan Upah Minimum Tahun 2024.

BERITA TERKAIT:
Buruh Agendakan Mogok Nasional karena Tak Puas dengan Penetapan UMP 
Buruh di Yogyakarta Prihatin UMP 2024 Masih di Bawah Rp2,5 Juta: Indonesia Maju Bagai Mimpi di Siang Bolong
UMP DIY 2024 Naik 7,27 Persen Jadi Rp2,1 Juta, Bagaimana dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota?
UMP Jateng 2024 Diputuskan Naik 4,02 Persen, Tak Sesuai Harapan Buruh  
Upah Minimum Provinsi Jateng 2024 Naik 4,02 Persen

“Penetapan UMP dihitung dengan formula upah minimum tahun sebelumnya, ditambah nilai penyesuaian dari unsur inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan nilai alfa,” terang Azis, saat ditemui Selasa (21/11/2023).

Penghitungan usulan/rekomendasi UMP Tahun 2024 telah melalui rapat pleno Dewan Pengupahan Provinsi yang beranggotakan unsur pemerintah, pakar/akademisi, Serikat Pekerja, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), pada 16 November lalu.

“Hasilnya, UMP 2024 yang mendasarkan pada UMP tahun 2023, inflasi yoy September 2023 terhadap September 2022 sebesar 2,49%, pertumbuhan ekonomi 5,11%, dan nilai alfa 0,30,” bebernya.

Sementara itu di sisi lain, Ketua Partai buruh Jawa Tengah Aulia Hakim menyatakan pihaknya kecewa dengan penetapan tersebut. 

"Kenaikan sebesar 4,02 persen artinya kenaikan buruh hanya Rp78.000. Itu sangat jauh dari cerminan kehidupan layak di Jawa Tengah," ungkapnya. 

Ia berharap pemda ketika menetapkan UMK nanti melihat fakta di lapanga. Artinya jangan sampai buruh di Jateng semakin jauh dari kesejahteraan. 

"Upah di Jateng bisa dibilang terendqah dibanding provinsi lain. Misal dengan Jawa Barat dan Jawa Timur ini kita sangat jauh," tambahnya.  


 

***

tags: #ump #buruh #upah minimum provinsi #kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi #provinsi jawa tengah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI