Tak Gentar Bertugas di Tengah Konflik, Jurnalis Palestina Motaz Aziza Dinobatkan sebagai ‘Man of The Year’

Seorang musisi, Yassin Alsalman menggarisbawahi peran jurnalis itu sebagai pembuat film documenter sejarah dan ia menyadari bertanya karya tersebut. 

Senin, 27 November 2023 | 16:28 WIB - Internasional
Penulis: - . Editor: Muyassaroh

KUASAKATACOM, Gaza – Di tengah konflik Israel dengan Palestina yang masih berkecamuk hingga saat ini, GQ Middle East menobatkan jurnalis asal Palestina, Motaz Aziza, sebagai ‘Man of The Year’. Gelar tersebut diberikan oleh GQ Middle East kepada Motaz karena keberaniannya di Gaza serta prinsipnya sebagai seorang jurnalis yang tetap dijunjung tinggi.

GQ Middle East sendiri merupakan majalah pria bulanan internasional yang bermarkas di New York City dan didirikan pada 1931. Saat ini, GQ Middle East mempunyai beberapa cabang di berbagi wilayah di dunia, salah satunya Timur Tengah.

BERITA TERKAIT:
Enam Jurnalis Cilik Muntilan Kunjungi Polresta Magelang
Jurnalis Semarang Gelar Turnamen Mobile Legends, Tim Udinus Forus Juara Pertama
Tak Gentar Bertugas di Tengah Konflik, Jurnalis Palestina Motaz Aziza Dinobatkan sebagai ‘Man of The Year’
Jurnalis Palestina Terbunuh Akibat Serangan Israel, Keluarganya Ikut Jadi Korban
Persebaran Berita Hoax Masif Jelang Pemilu 2024: Jurnalis Bisa Jadi Aktor Utama Penyebar Disinformasi  

Di tahun 2023 ini, majalah tersebut kembali menobatkan seorang pria dengan julukan 'Man of The Year'. Gelar tersebut diberikan kepada jurnalis Palestina, Motaz Aziza.

Ahmed Shihab Eldin yang juga berprofesi sebagai jurnalis, menyatakan bahwa "Motaz telah menyinari Gaza dalam mengahadapi kekejaman dan kegelapan yang ekstrim."

Orang-orang menjadi terinspirasi dan setuju dengan pernyataan yang diberitakan oleh Motaz melalui berita yang dibuatnya. Ia telah menjadi simbol ketahanan dengan mewujudkan semangat perjuangan Gaza yang tidak pernah goyah.

Khaled Beydoun yang merupakan seorang penulis buku 'American Islamophobia: Understanding the Roots and Rise of Fear' menekankan pentingnya suara-suara yang disampaikan oleh Motaz untuk membentuk persepsi dunia terhadap penderitaan yang sedang terjadi di Gaza.

Berita-berita yang dibuat oleh Motaz telah menembus batas-batas sehingga dapat menjadi bukti ketahanan dan ketabahannya sebagai rakyat Palestina.

Banyak sekali pujian yang dilontarkan kepada jurnalis asal Palestina tersebut, Lowkey menyatakan, "Hidup Motaz Aziza, sejarah akan mengingat namanya."

jurnalis lain, Mona Chalabi turut mengakui kekuatan yang dimiliki Motaz dan jurnalis Palestina lainnya, dengan menyatakan "Apa yang mereka lakukan jauh lebih kuat."

Informasi yang mereka sampaikan menjadi sebuah keberanian dan menjadi katalisator tindakan, untuk memaksa dunia agar mengakui soal kemanusiaan dalam konflik di Gaza.

Selanjutnya, seniman Sain Hoax juga memuji keberanian etis Azaiza dengan menegaskan bahwa ia memberikan kelas master dalam jurnalisme etis kepada media lama.

Pujian yang mereka berikan menyoroti peran penting Azaiza dalam memulihkan keprcayaan publik terhadap jurnalisme dan menantang narasi berita yang sudah lampau.

Sedangkan dari Huda Kattan yang merupakan seorang influencer,  merefleksikan dampak Azaiza, menekankan "Motaz memberi kita semua kekuatan untuk benar-benar berdiri," pungkasnya.

Di era yang penuh kegelapan, pemberitaannya yang berani menerangi umat manusia yang sedang dilanda kekacauan, mendorong untuk intropeksi, serta empati.

Seorang musisi, Yassin Alsalman menggarisbawahi peran jurnalis itu sebagai pembuat film documenter sejarah dan ia menyadari bertanya karya tersebut. 

"Tuhan memilihnya untuk menjadi pembuat dokumenter tentang sesuatu yang dunia belum pernah saksikan secara nyata sejak nakba (malapetaka Palestina) hingga saat ini," ujarnya.

Komitmen Motaz Aziza yang tidak tergoyahkan untuk membela kebenaran serta ketangguhannya di tengah krisis terus membentuk kembali pandangan dan menginspirasi tindakan.

Saat dunia menyaksikan perjuangannya, Motaz berdiri sebagai bukti semangat tak tergoyahkan yang tidak ingin diam di tengah konflik dan kekacauan yang melanda Palestina.

Sumber: Global Villages Space (GVS)


*Ditulis oleh wartawan magang KUASAKATACOM: Rahardian Haikal Rakhman

***

tags: #jurnalis #palestina #gaza #man of the year

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI