Tinjau Banjir di Muktiharjo Lor Semarang, Mbak Ita Ungkap Kendala Pembayaran Tenaga Harian Lepas

Peninjauan dilakukan setelah hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada hari Senin (27/11/2023) malam mengakibatkan sejumlah wilayah di Kota Semarang terdampak. 

Selasa, 28 November 2023 | 17:57 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Hani

KUASAKATACOM, Semarang - Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu langsung meninjau ke sejumlah wilayah terdampak banjir di Kota Semarang Selasa (28/11/2023) pagi. Salah satunya di Kelurahan Muktiharjo Lor, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. 

Peninjauan dilakukan setelah hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada hari Senin (27/11/2023) malam mengakibatkan sejumlah wilayah di Kota Semarang terdampak. 

BERITA TERKAIT:
Kemenkop UKM Sebut Durian Kota Semarang Potensi Jadi Komoditas Ekspor
Sempat Tertunda karena Pemilu, Festival Durian di Gunungpati Semarang Akhirnya Digelar
Mbak Ita Isyaratkan Tak Maju Pilwalkot 2024, Ingin Fokus untuk Keluarga
Harga Kebutuhan Pokok Naik, Walikota Semarang Minta Warga Tidak Panic Buying
Sepanjang 2023 Ada 6.527 Kasus TBC, Ita Minta Jajaran Pemetaan Wilayah

"Ini banjir yang kesekian kali terjadi di Muktiharjo Lor. Beberapa pekan lalu kami sudah rapat koordinasi, bahkan mengundang camat-camat yang wilayahnya terkena dampak. Termasuk membahas pembersihan saluran air di sini," kata Mbak Ita sapaan akrabnya. 

Mbak Ita meminta agar anak Kali Tenggang di Muktiharjo dan Bangetayu ini segera dibersihkan.

"Di Muktiharjo Lor ini tahun lalu sudah terjadi banjir. Anak atau saluran di Kali Tenggang saya minta dibersihkan. Karena agak riskan lantaran berada di samping rel kereta api yang banyak sinyal dan listriknya. Sehingga saya penanganan dilakukan secara manual," ujarnya. 

Dua pekan lalu saat rapat koordinasi (Rakor), dirinya sudah menyampaikan agar penanganan (pembersihan anak atau aliran Kali Tenggang-red) dilakukan dengan anggaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan disepakati menggunakan tenaga harian lepas. Ternyata ada permasalahan terkait pekerjaan yang terhenti lantaran masalah upah tenaga lepas yang meminta pembayaran dilakukan secara tunai. 

"Nah hal seperti ini kan yang harus kita konsultasikan dengan inspektorat, karena menggunakan tenaga orang di wilayah sini. Dan ini sifatnya insidentil. Apakah diperlukan tetap buka rekening atau tidak? Dan permasalahan ini justru tidak sampai ke saya," lanjutnya. 

Menurutnya, tenaga lepas yang meminta pembayaran secara tunai sangatlah wajar. Karena mereka hanya bekerja membersihkan wilayah tersebut tiga pekan sampai satu bulan saja. 

"Mosok ya harus buka rekening. Pokoknya hari ini sudah harus mulai dibersihkan. Pembayaran urusan saya, bisa saya carikan CSR atau gimanalah nanti," tegasnya. 

Mba Ita menyebut, pembersihan ini bersifat insidentil dan harus segera dilakukan. "Tadi kita lihat kan sepanjang Jalan Muktiharjo dan Bangetayu ini kan ketutup semua, dengan eceng gondok, rumput, pohon dan ranting," sebutnya.

Ia mengatakan, penggalian dan pengerukan sedimen akan dilakukan hari ini dengan bantuan armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyiapkan truk, sehingga galian bisa langsung di buang.

Tak hanya itu, Mbak Ita bahkan meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera gerak cepat, termasuk pembelian pompa portabel tambahan. 

Seperti diketahui, hujan deras di Kota Semarang pada hari Senin, (27/11/2023) berdampak pada sejumlah wilayah yang mengalami banjir dan genangan. Wilayah tersebut antara lain di Jalan Parang Sarpo Raya Kelurahan Tlogosari Kulon ketinggian air ± 40 cm - 60 cm.

Di Jalan Muktiharjo Raya Kelurahan Muktiharjo Lor ketinggian air ±30 cm - 50 cm. Di Jalan Dongbiru Kelurahan Genuksari ketinggian air ±30 cm - 40 cm. Jalan Gebanganom Raya, Kelurahan Genuksari ketinggian air ±50 cm.

Selanjutnya, di Jalan Padi Raya, Kelurahan Gebangsari ketinggian air ±20 cm - 40 cm.

Jalan Kaligawe (Jembatan tol) ketinggian air ±50 cm - 60 cm sedangkan Jalan Kaligawe (Depan Pintu Masuk RSI Sultan Agung) ketinggian air ±60 cm - 70 cm. 

Jalan Sidoasih RT 5 RW 4 Genangan Air 20- 40 cm dan Jalan Sendang Indah Muktiharjo Lor ±40 Cm. Terminal Terboyo ketinggian  ±30 -40 Cm.

***

tags: #walikota semarang #banjir #hevearita gunaryanti rahayu #mbak ita #muktiharjo lor

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI