Petugas Satpol PP Kota Semarang saat mengecek lokasi budidaya ikan lele milik Pak Muri, di Trunojoyo, Banyumanik, Kamis (30/11).

Petugas Satpol PP Kota Semarang saat mengecek lokasi budidaya ikan lele milik Pak Muri, di Trunojoyo, Banyumanik, Kamis (30/11).

Warga Trunojoyo Banyumanik Semarang Geger, Bau Limbah Lele Menyengat: Kayak Septic Tank

Budi mengaku warga setempat sudah menderita bau tak sedap selama kurang lebih 1 tahun. 

Kamis, 30 November 2023 | 12:57 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Keributan terjadi di Jalan Trunojoyo, Rt 2 Rw 17, Padangsari, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. Para warga merasa tak nyaman dengan bau pembuangan limbah air budidaya lele yang dilakukan pak Muri. 

Budidaya Lele dilakukan Muri di rumahnya jalan Trunojoyo 9 no 25. Para warga merasa resah karena bau limbah yang menyengat. 

BERITA TERKAIT:
BNNP Jateng dan Satpol PP Bersinergi Wujudkan "Semarang Bersinar"
Grebek Toko di Jalan Gajah Raya Semarang, Satpol PP Amankan 10.000 Batang Rokok Ilegal
Warga Trunojoyo Banyumanik Semarang Geger, Bau Limbah Lele Menyengat: Kayak Septic Tank
Seorang Sopir Mobil Satpol PP Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Maut di Tanjung Priok
Diduga Biang Banjir, Empat Lapak Pedagang Liar di Kaligawe Semarang Dirobohkan Satpol PP

Keresahan warga ini memuncak dengan adu mulut pada Kamis (30/11). Bhabinkamtibmas setempat pun meminta Satpol PP Kota Semarang memediasi hal ini. 

Mediasi pun berjalan panas dan adu mulut dengan nada keras. Antara warga dan pemilik saling mempertahankan argumentasinya. 

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan permasalahan ini telah berlangsung lama dan sebenarnya telah dimediasi Kelurahan Padangsari. 

"Namun dengan kelurahan tidak ada titik temu. Sehingga kami turun tangan. Ini sebenarnya bukan soal usahanya. Tapi setiap kali pembuangan air, bau menyengat," kata Fajar. 

Dia menuturkan warga sekitar mayoritas lansia yang sudah pensiun dari pekerjaan. Sehingga, kata dia, para warga selalu mencium bau tak sedap tiap hari dan merasa tak nyaman. 

"Sudah kita mediasi. Lalu pemilik siap menjual lele-lelenya. Hingga empat hari kedepan sudah harus bersih. Lalu nanti airnya kami bantu sedot pakai truk limbah milik Dinas Lingkungan Hidup. Ini kan pelanggarannya limbah cair yang berada di kawasan permukiman," jelasnya. 

Dari pengecekan, kata dia, ada 11 kolam dengan ribuan lele. Tak hanya limbah cair, kata dia, bau menyengat juga terjadi ketika pemilik memberi makan ke lele. 

Perwakilan warga, Budi mengaku warga setempat sudah menderita bau tak sedap selama kurang lebih 1 tahun. 

"Baunya bukan main. Kayak septic tank," katanya. 

Dia menuturkan pemilik lele menggunakan saluran drainase rumah tangga untuk pembuangan limbah lele. Menurutnya, hal ini tak tepat. 

"Menurut saya ini ilegal," jelasnya. 

Pemilik kolam lele, Muri menyampaikan permohonan maaf bila warga terganggu. Namun, dia mengklaim telah mengurus OSS dan tak ada masalah. 

"Perizinan lain sepertu KRK juga sudah. Ini warga yang minta ditutup. Kalau warga bilang melanggar, melanggarnya dimana?," terangnya. 

Satpam perumahan, Aris Sutoyo mengatakan dulunya Muri budidaya ikan nila. Namun belum lama ini Muri ganti budidaya. 

"Usaha budidaya ikan sudah lama. Dulu Nila. Lalu sudah dua tahun ini ganti Lele," tandas dia.

***

tags: #satpol pp #kota semarang #kolam lele #bau menyengat

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI