Senior Manager PT PLN Indonesia Power Semarang PGU, Flavianus Erwin Putranto (menggunakan rompi), di acara media gathering

Senior Manager PT PLN Indonesia Power Semarang PGU, Flavianus Erwin Putranto (menggunakan rompi), di acara media gathering

PLN IP Semarang PGU Terus Lakukan Mitigasi untuk Hadapi Land Subsidence di Pesisir Utara Jawa

Penggunaan PLTS tersebut dalam satu tahun, sambung Erwin, bisa menghemat Rp600 juta. 

Rabu, 06 Desember 2023 | 22:36 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- Berada di daerah land subsidence (penurunan tanah), membuat PLN Indonesia Power Semarang PGU selalu melakukan langkah mitigasi, koordinasi dan antisipasia. Hal itu disampaikan Senior Manager PT PLN Indonesia Power Semarang PGU, Flavianus Erwin Putranto, disela acara media gathering "Synergy For Sustainable Energy" yang diadakan di Gedung Meeting, area perusahaan tersebut, di Tambaklorok, Kota Semarang, Rabu (6/12/2023).

"Terkait dengan kendala yang dihadapi di pesisir utara yaitu penurunan level muka tanah atau land subsidence dimana sekitar 5-10 cm per tahun, kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi, koordinasi, dan antisipasi," ucap Erwin.

BERITA TERKAIT:
PLN IP Semarang PGU Terus Lakukan Mitigasi untuk Hadapi Land Subsidence di Pesisir Utara Jawa
Resmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan, Presiden Jokowi Harap Bisa Cegah Banjir di Manado
Serangan Rusia ke Ukraina Sebabkan Pemadaman Listrik di Moldova

Erwin mengakui pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan tersebut. "Kami sudah melakukan kajian bersama dengan institusi yang ada di Semarang. Dengan Undip, kami melakukan mitigasi, diantaranya dengan program pemasangan sheet pile di pesisir sehingga level muka tanah yang ada di area pembangkit di Tambaklorok ini bisa dijaga dan diperlambat untuk penurunannya," ujarnya.

Selain itu, imbuh Erwin pihaknya terus melakukan recovery level tanah yang sudah turun, serta terus malakukan akses terhadap pondasi-pondasi pembangkit. "Sehingga pembangkit ini bisa tetap beroperasi dengan sustain, aman, handal dan efisien," harapnya.

Erwin menambahkan hal itu perlu dilakukan agar tidak menggangu kinerja turbin. "Karena turbin ini kan berputar, kalau penopangnya tidak seimbang atau rata maka akan menjadi potensi gangguan untuk operasional. Maka itu menjadi concern utama dan harus kami jaga, supaya operasional pembangkitnya terus terjaga," imbuhnya. 
 
Ia juga mengungkapkan pembangkit yang dikelola oleh pihaknya melayani kebutuhan listrik Semarang dan sekitarnya di sistem 150 KV. "Melalui gardu induk yang tersebar di sekitar Semarang, dan dengan kapasitas 1280 MW existing, serta akan segera masuk 780 MW yang baru untuk PLTGU. Kami di Semarang menggunakan bahan bakar energi bersih yakni gas dan ini jenisnya adalah PLTGU sehingga uap yang dipakai untuk memutar stem turbin itu berasal dari memanfaatkan gas buang dari PLTG untuk memasak air dan menghasilkan uap untuk sumber energi stem turbin," jelas Erwin. 

Saat ini, ujar Erwin, di kompleks PLTGU Tambaklorok dilengkapi pembangkit listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menghasilkan 920 KWP. "Dipsang di rooftop dan juga PLTS apung kami punya. Ini kami pakai untuk pemakaian sendiri yakni untuk konsumsi listrik pembangkit dan green hydrogen plan. Hidrogen ini, dimanfaatkan untuk pendinginan generator dan juga untuk kebutuhan lainnya," tukasnya.

Penggunaan PLTS tersebut dalam satu tahun, sambung Erwin, bisa menghemat Rp600 juta. 
 
Pada acara media gathering tersebut, para pewarta dari berbagai daerah di Jawa Tengah diajak site visit pembangkit. Usai kegiatan di Tambaklorok, para pewarta diajak outond di Banaran, Kabupaten Semarang.

***

tags: #pembangkit listrik #pt pln indonesia power semarang pgu #land subsidence #pltgu

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI