Dompet Dhuafa dan IHA Terus Gulirkan Bantuan untuk Penyintas Palestina di Mesir

Dompet Dhuafa juga menggulirkan program Dapur Umum (Dompet Dhuafa Kitchen) di wilayah Gaza Utara dan Gaza Selatan.

Rabu, 06 Desember 2023 | 23:31 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Kairo— Kondisi Palestina kembali memanas paska gencatan senjata yang diumumkan berakhir pada Jumat (1/12/2023) lalu. Serangan Israel terus terjadi tanpa henti meluas hingga ke wilayah Tepi Barat. Hal itu membuat layanan medis lumpuh, ditambah lagi jaringan listrik dan komunikasi juga dimatikan oleh Israel.

Di sisi lain, Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa bersama Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) melakukan assessment ke rumah sakit-rumah sakit di Mesir diantaranya Rumah Sakit (RS) Kanker dan RS Palestina di Kairo. "Kami juga berkoordinasi dengan PRCS (Palestinian Red Crescent Society) untuk penanganan penyintas dari Palestina yang ditempatkan di beberapa rumah sakit, yaitu di El Arish, Institute Nashr, RS Kanker dan RS Palestine di Kairo," kata Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa Dian Mulyadi, dalam keterangan resmi Dompet Dhuafa, Rabu (6/12).

BERITA TERKAIT:
Banjir Mulai Surut, Dompet Dhuafa Fokus Gulirkan Bantuan Untuk Kelompok Rentan
Demak Dilanda Banjir, Dompet Dhuafa Evakuasi Penyintas Hingga Berikan Layanan Pos Hangat
Shelter Sehati Dompet Dhuafa Yogyakarta Sasar Pasien Kurang Mampu Peroleh Layanan Kesehatan
Dompet Dhuafa Gelar Cine Charity #6, Berbagi Cinta dengan Cerita Buya Hamka
Tutup Tahun 2023, Kinerja Dompet Dhuafa Dinilai Efektif

"RS Palestina juga menampung pendamping atau keluarga dari para pasien yang berhasil keluar dari Gaza. Dalam catatan kami, di RS tersebut menampung sekitar 18 orang penyintas dari Gaza. Dompet Dhuafa bersama IHA berkesempatan mendistribusikan sebagian bantuan untuk seluruh penyintas dari Palestina," sambungnya.

Ia juga menyatakan kondisi Palestina kembali memanas, eskalasi konflik peperangan sangat tinggi. "Banyak korban yang kembali berjatuhan, dan amat mengusik rasa kemanusiaan kita. Dompet Dhuafa hadir untuk memberikan bantuan secara kongkrit kepada para penyintas khususnya pasien," ujarnya.

Samma, salah satu pasien wanita yang ditemui Tim Kemanusiaan, yang baru saja tiba dari Gaza menceritakan penderitaan yang harus dihadapinya. “Saya masih mengingat apa yang terjadi dengan saya, keadaan terluka di kaki kiri terkena pecahan mortir, tertembak di bagian pinggang dan luka pada jari tangan kiri. Saya terus berusaha bersama penyintas lainnya untuk keluar dan mencari tempat aman,” kata Samma yang didampingi oleh seorang perawat dari RS Indonesia - Gaza, Hakim Majidi.

Ucapkan Terima Kasih untuk Kepedulian Masyarakat Indonesia
Direktur PRCS Cairo Mai Aref, PhD, menyampaikan terima kasihnya atas bantuan dan kepedulian masyarakat Indonesia. "Kami ucapkan apresiasi untuk masyarakat Indonesia diwakili oleh Indonesian Humanitarian Alliances, atas kepeduliannya terhadap perjuangan rakyat Palestina," ucapnya. 

"Dengan segala keterbatasan, kami selalu berusaha untuk bisa membantu seluruh penyintas yang sudah melalui pintu Gaza dan masuk ke Rafah, Kami juga koordinasi dengan ERC sebagai lembaga resmi yang ditunjuk Pemerintah Mesir agar bisa menampung mereka di tempat yang layak," imbuhnya.

Untuk diketahui Dompet Dhuafa bersama Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) telah memberangkatkan 11 truk membawa air mineral dan paket makanan kering seperti tepung, susu, margarin, makaroni, beras, keju, pasta kacang, daging kalengan, air mineral, obat-obatan dan kebutuhan musim dingina. Keseluruhan bantuan yang disalurkan itu setara 176 ton . 

Sedangkan DMC Dompet Dhuafa bersama mitra dan dukungan dari masyarakat, mampu menyalurkan 1.000 paket sanitasi perempuan yang telah didistribusikan ke wilayah Gaza bagian utara.

Relawan mitra lokal DMC Dompet Dhuafa juga perlahan-lahan mengelilingi tempat pengungsian yang berdekatan dengan reruntuhan bangunan untuk mendistribusikan langsung bantuan kepada 2.000 penerima manfaat. Dompet Dhuafa juga menggulirkan program Dapur Umum (Dompet Dhuafa Kitchen) di wilayah Gaza Utara dan Gaza Selatan, setiap harinya tim memasak untuk 2.000 jiwa yang sedang mengungsi di Jalur Gaza.

***

tags: #dompet dhuafa #indonesian humanitarian alliance (iha) #palestina #mesir #bantuan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI