Delapan Debt Collector Bank di Semarang Rampas Mobil Kredit Macet Pakai Surat Kuasa

Delapan tersangka ditangkap berdasarkan dua laporan berbeda.

Kamis, 07 Desember 2023 | 11:57 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Polda Jateng menetapkan delapan debt collector bank swasta di Kota Semarang atas kasus perampasan kredit macet sejumlah mobil. 

Delapan debt colector tersebut yakni Sunarko (40), Yosia Anton (29), YM (23), PM (35), AB (30), TBG (46), ASL (39) dan MAA (27). 

BERITA TERKAIT:
Jalur Demak-Kudus Masih Lumpuh oleh Banjir, Ini Jalur Alternatifnya 
Polda Jateng Akui Minta Video ke Sejumlah Akademisi, tapi Untuk Pemilu Damai
Kabaharkam Polri Sebut Polda Jateng Siap Amankan Pemilu 2024
Polda Jateng Resmikan Monumen Kapolri Hoegeng, Patung Menghadap Jalan Pahlawan Kota Semarang
Masa Kampanye, Kondisi Jawa Tengah Aman dan Kondusif

Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Johanson Ronald Simamora mengatakan delapan tersangka ditangkap berdasar dua laporan berbeda. 

"Mereka menarik kendaraan karena dapat surat kuasa dari leasing tempat kerja," kata Johanson, saat jumpa pers, didampingi Kabid Humas Polda Jateng Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, pada Kamis (7/12). 

Dijelaskannya, pada kasus pertama, dua  tersangka berinisial SN dan YA melakukan perampasan pada kendaraan milik MR, warga Kabupaten Batang.  

Para pelaku beraksi saat mobil korban dipinjam seorang rekannya untuk membawa keluarga guna menghadiri wisuda di salah satu kampus di Kedung Mundu, Semarang. 

Korban yang mendapat laporan dari rekannya bahwa mobilnya dicegat oleh dua oknum debt collector, akhirnya datang ke lokasi dan berujung pada aksi dorong serta percekcokan 

"Korban dan rekannya beserta keluarga ketakutan dan mundur. Mobil kemudian ditinggal. Lalu mobil diangkut dua pelaku pakai towing. Korban kemudian melakukan visum ke dokter dan lapor ke pihak kepolisian," jelasnya. 

 Lalu kasus kedua pada 8 November 2023, enam pelaku YM (23), PM (35), AB (30), TBG (46), ASL (39) dan MAA (27) mengajak korbannya ke leasing CIMB Niaga Semarang. Korban tak mau menyerahkan mobil. Namun, korban meninggalkan mobil dan kunci di kantor leasing itu. 

"Lalu keesokan harinya, korban cek ke leasing ternyata mobil sudah tidak ada. Lalu korban lapor polisi," terang dia. 

Keenam tersangka ini memiliki peran masing masing. Ada yang menghadang, ada yang mengangkut mobil dan lain-lain. 

Dia menegaskan debt colector tak ada wewenang mengambil paksa kendaraan. Hanya sebatas penagihan uang. 

"Jika terjadi kredit macet, pihak leasing wajib melapor ke polisi yang ditunjuk dalam undang-undang fidusia. Yang boleh menarik itu pengadilan, harus sesuai keputusan pengadilan. Leasing tidak boleh memberikan surat kuasa penarikan. Leasing hanya boleh menagih," tandas dia. 

Tersangka TBG mengaku menarik kendaraan karena diajak teman kerjanya. Ia merampas kendaraan pakai truk towing. 

"Saya digaji Rp 20 sampai 30 juta jadi debt collector," tandas dia.

***

tags: #polda jateng #kota semarang #debt collector #bank

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI