Gibran Harap Banyak Kota Ciptakan PLTSa

Masalah yang paling mendasar di semua kota itu berupa kemacetan, sampah hingga polusi.

Jumat, 08 Desember 2023 | 18:10 WIB - Politik
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Solo - Cawapres nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka berharap kota-kota lain juga bisa menghasilkan listrik dari sampah atau pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Sebab jika tak dikelola secara benar, akan berdampak buruk. 

Ia yang mendampingi Prabowo dalam pilpres 2024 mengatakan telah berhasil menghadirkan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) darI TPA Putri Cempo Solo. Walikota Solo itu berharap kota-kota lain di Indonesia juga bisa membuat PLTSa, sehingga permasalahan sampah terselesaikan dan juga menciptakan energi. 

BERITA TERKAIT:
Soal Festival Kuliner non Halal Solo, Gibran Pasang Badan 
Gibran Tuai Kritikan Usai Bagi-bagi Buku Bersampul Jan Ethes 
Gibran Akui Punya Tim "Tak Terlihat" yang Bantu Menangkan Pilwalkot dan Pilpres 
Tutup Rakernas PDIP, Megawati Tak Mau Gegabah Tentukan Arah Politik
Sejumlah Artis Dipertimbangkan Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Ada Raffi Ahmad Sampai Ahmad Dhani 

"Saat ini masih berproses sehingga bisa menghasilkan sekira 8 megawatt sampai tahun depan. Bahkan ke depan PLTSa tidak hanya menyelesaikan masalah sampah yang menggunung di Kota Bengawan saja," kata Gibran, Jumat (8/12). 

 Gibran juga mengungkapkan pembangunan PLTSa diproyeksikan tak hanya untuk Solo. Tetap lima tahun pertama mengeruk gunung sampah di kotanya, kemudian setelah itu otomatis harus mengambil sampah dari kota lain.

Dia menyebut PLTSa menjadi fokus, karena masalah yang paling mendasar di semua kota itu berupa kemacetan, sampah hingga polusi.

"Intinya permasalahan sampah selesai. Bisa menghasilkan listrik sampai 8 megawatt," ujarnya. 

Lebih lanjut Gibran menuturkan, PLTSa bisa menjadi tamplate untuk kota/kabupaten lain di Indonesia. Karena model pembuangan sampah hanya ditumpuk terus menerus, akan berisiko lebih, sehingga tidak hanya bau juga rawan kebakaran.

"Itu bisa-bisa banget. Kan pakai tekonologi. Banyak yang belajar ke sini (Solo) kok, wali kota tangerang dll. Kita pengen kota-kota lain punya satu," harap dia.

Untuk diketahui, gunungan sampah di TPA Putri Cempo Solo diperkirakan habis pada lima hingga tujuh tahun mendatang. Karena PLTSa membutuhkan 545 ton setiap hari. Tak hanya sampah yang kemudian habis, tetapi mengahasilkan energi listrik.

***

tags: #gibran rakabuming raka #pembangkit listrik tenaga sampah (pltsa) #tpa putri cempo

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI