Ratusan Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina "Mengular" di Ismailia Mesir

Militer Israel melakukan pengeboman sebuah sekolah UNRWA di Gaza Utara.

Sabtu, 09 Desember 2023 | 08:34 WIB - Internasional
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Kairo — Ratusan truk bantuan kemanusiaan untuk Palestina terlihat mengular begitu panjang menuju Check Point Ismailia, 100 KM di luar kairo, Kamis (7/12) sore menjelang malam waktu Ismailia, Mesir. Proses pengecekan dokumen perjalanan truk bantuan sangat detail sehingga memakan waktu yang lama. 

Seorang pengemudi bernama Muhammad yang ditemui di lokasi menyatakan bahwa perjalanan truk bantuan ini dari Kairo menuju El Arish kemudian ke Raffah membutuhkan waktu 10-12 hari. Dalam perjalanannya cukup banyak check point militer Mesir, tidak kurang dari 12 pos pemeriksaan. Sementara di Ismailia saja kami menunggu sampai hampir dua hari, belum lagi nanti di El Arish, disana akan ada pemeriksaan menggunakan X-Ray untuk menuju Gudang ERC dan dilakukan screening isi dan ukuran barang bantuan sebelum bisa melintas ke Raffah. 

BERITA TERKAIT:
Banjir Mulai Surut, Dompet Dhuafa Fokus Gulirkan Bantuan Untuk Kelompok Rentan
Demak Dilanda Banjir, Dompet Dhuafa Evakuasi Penyintas Hingga Berikan Layanan Pos Hangat
Shelter Sehati Dompet Dhuafa Yogyakarta Sasar Pasien Kurang Mampu Peroleh Layanan Kesehatan
Dompet Dhuafa Gelar Cine Charity #6, Berbagi Cinta dengan Cerita Buya Hamka
Tutup Tahun 2023, Kinerja Dompet Dhuafa Dinilai Efektif

Seluruh bantuan yang melintas dari Mesir pasti akan melalui check point Ismailia, maka bisa terbayang bagaimana jika truk-truk tersebut memuat bantuan berupa makanan, kemungkinan rusak tidak bertahan akibat cuaca dan suhu sehingga tidak bisa dipergunakan untuk para penyintas. Diperparah lagi dengan masuknya musim dingin di Palestina, baik di Gaza maupun Tepi Barat.

Hal ini membuat penanganan masalah para penyintas di Palestina lebih sulit lagi, terutama kebutuhan untuk anak-anak, wanita dan lansia. Krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina harus menjadi perhatian bersama, ini bukan masalah agama saja, ini tentang kemanusiaan, perampasan kedaulatan dan penjajahan yang melanggar hukum-hukum humaniter internasional.

Sebelumnya Dompet Dhuafa bersama Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) telah memberangkatkan 11 truk membawa air mineral dan  paket makanan kering seperti tepung, susu, margarin, makaroni, beras, keju, pasta kacang, daging kalengan, dan air mineral. Termasuk obat-obatan dan kebutuhan musim dingin juga masuk ke dalamnya.  Dengan keseluruhan bantuan setara 176 ton, yang digulirkan bagi rakyat Palestina. 

Di sisi lain DMC Dompet Dhuafa bersama mitra dengan dukungan dari masyarakat, mampu menyalurkan 1.000 paket sanitasi perempuan yang telah didistribusikan ke wilayah Gaza bagian utara.

Relawan mitra lokal DMC Dompet Dhuafa perlahan-lahan mengelilingi tempat pengungsian yang berdekatan dengan reruntuhan bangunan untuk mendistribusikan langsung kepada 1.000 penerima manfaat. Serta digulirkan program Dapur Umum Dompet Dhuafa (Dompet Dhuafa Kitchen) di wilayah Gaza Utara dan Gaza Selatan terus hadir hingga saat ini. Setiap harinya tim memasak untuk 3.000 jiwa yang sedang mengungsi di Jalur Gaza.

Untuk diketahui, serangan Israel makin membabi buta dari hari ke hari. Hari ini (Kamis, 7/12) mereka menyasar wilayah Khan Yunnis di bagian selatan Gaza, dimana daerah ini merupakan konsentrasi terbesar komplek penyintas. Sebagian besar penyintas bergeser ke arah selatan Gaza mendekati pintu Raffah untuk menyelamatkan diri.

Bersumber dari Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Palestina dan Palestine Red Crescent Society (PRCS) merilis data per tanggal 7 Desember 2023 setidaknya 17.177 jiwa tewas. Termasuk 7.112 anak-anak dan 4.885 wanita per Rabu, 6/12.

Dilaporkan juga 46.000 jiwa membutuhkan penanganan medis secara khusus, sekira 7.600 warga hilang di Gaza. Sementara di Tepi Barat, tercatat 266 orang tewas, termasuk 63 anak-anak dan lebih dari 3.365 dilaporkan luka-luka. Sejak terjadinya perang besar antara Israel dan Palestina yang berlangsung per 7 Oktober 2023 setidaknya sudah menghilangkan nyawa para jurnalis sebanyak 63 orang.

Bersamaan dengan itu, militer Israel juga melakukan pengeboman sebuah sekolah UNRWA di dekat RS Indonesia, Gaza Utara dan menewaskan sejumlah penyintas Palestina. Dalam kondisi yang begitu kritis, tanpa listrik, air, internet, jalur komunikasi dan keterbatasan pasokan makanan di Gaza, kini diperparah lagi dengan mengularnya bantuan kemanusiaan dari jalur Mesir.

***

tags: #dompet dhuafa #gaza #bantuan kemanusiaan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI