Kasus Covid-19 Naik, Dinkes DKI Imbau Masyarakat Lengkapi Vaksin

Menurut Ngabila, ditemukan 80 kasus baru covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala di Jakarta dalam sehari. Meski begitu, masyarakat tidak perlu khawatir. 

Minggu, 10 Desember 2023 | 22:29 WIB - Kesehatan
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi


KUASAKATACOM, Jakarta - Kasus Covid-19 dilaporkan naik dalam beberapa waktu terakhir. Pemprov DKI Jakarta menginstruksi warga untuk melengkapi vaksin Covid-19 dan melakukan protokol kesehatan

Hal ini disampaika Kasi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (DKI) Jakarta Ngabila Salama. 

BERITA TERKAIT:
Kemenag Sebut Vaksin COVID-19 Jadi Syarat Berangkat Haji
Selain Semarang, Dinkes Jateng juga Sebut Penolakan Vaksin Polio di Karanganyar 
Vaksin Covid-19 Kini Berbayar, Berapa Harganya? 
Pemerintah Belum Pastikan Vaksin COVID-19 Berbayar
Besok, Dinkes Kota Semarang Bakal Terima 1.000 Vial Vaksin Covid

Menurut Ngabila, ditemukan 80 kasus baru Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala di Jakarta dalam sehari. Meski begitu, masyarakat tidak perlu khawatir. 

Namun, untuk kelompok rentan yang berisiko tinggi perlu melengkapi vaksinasi Covid-19 agar terhindar dari risiko kematian. 

"Melengkapi vaksinasi empat kali untuk usia 18 tahun ke atas gratis di layanan vaksinasi. Simak informasi di Instagram @dinkesdki. Terutama kelompok berisiko terjadi keparahan yakni usia lebih dari 50 tahun, orang dengan komorbid hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, TBC, HIV, gangguan imunitas lainnya," ungkap Ngabila, Minggu (10/12).

Sementara itu, untuk mencegah sakit, ia mengingatkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker terutama bila sedang sakit. 

Dinkes DKI, sesuai dengan Permenkes No. 23 tahun 2023 yang terbit 1 Agustus 2023 tentang Pedoman Penanggulangan Covid-19, tetap melakukan tes PCR secara gratis bagi yang bergejala dan penelusuran kontak erat. 

"Semua pasien positif Covid-19, baik antigen/PCR, berhak melakukan isolasi mandiri di rumah selama 3-5 hari di rumah," jelasnya.

Untuk kontak erat yang bergejala wajib dilakukan pemeriksaan swab antigen dan/atau PCR, sedangkan kontak erat yang tidak bergejala tetap dilakukan pemantauan mandiri tiga hari serta tidak diwajibkan isolasi. 

Tapi diimbau menggunakan masker saat aktivitas. Pengobatan Covid-19 ditanggung melalui mekanisme BPJS ke Puskesmas dan RS, serta dibiayai secara mandiri oleh masyarakat, atau dibiayai oleh penjamin lainnya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

***

tags: #vaksin #covid-19 #dki jakarta #dinas kesehatan #protokol kesehatan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI