Tegaskan akan Terus Berjuang, Hamas Desak Israel Hentikan Agresi Militer Jika Ingin Sandera Bebas Hidup-hidup

Abu Ubaidah mengatakan, penghancuran-penghancuran yang dilakukan Israel di Gaza bertujuan mematahkan kekuatan perlawanan mereka.

Senin, 11 Desember 2023 | 20:27 WIB - Internasional
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Gaza - Sayap bersenjata kelompok Hamas, Brigade A-Qassam menegaskan akan terus berjuang melawan Israel. Mereka bahkan menyatakan akan menjamin kehidupan para sandera hanya jika tuntutan mereka dipenuhi.

Saat ini pertempuran Hamas-Israel tengah terkonsentrasi di wilayah selatan Gaza, terutama di Khan Younis.

BERITA TERKAIT:
Ekonomi Israel Anjlok 19,4 Persen karena Perangi Palestina 
Jumlah Korban Tewas akibat Serangan Israel Bertambah Jadi 29.000 Orang
Update Perang di Gaza, Jumlah Warga Palestina yang Tewas Tembus 28.000 Orang
Menlu Retno 'Walk Out' saat Dubes Israel Sampaikan Pernyataan di Debat Terbuka DK PBB
Studi Ungkap 50 Persen Gen Z Aktif Kampanye Boikot Produk Israel

"Kami tidak punya pilihan selain melawan penjajah biadab ini di setiap lingkungan, jalan, dan gang," ujar Juru Bicara Brigade al-Qassam Abu Ubaidah, dikutip laman Alarabiya, Senin (11/12/2023).

Abu Ubaidah mengatakan, penghancuran-penghancuran yang dilakukan Israel di Gaza bertujuan mematahkan kekuatan perlawanan mereka. "Namun, kami berperang di tanah kami dalam pertempuran suci," katanya.

Abu Ubaidah pun memperingatkan bahwa kehidupan orang-orang Israel yang masih disandera hanya dapat terjamin jika tuntutan kelompoknya dipenuhi. 

"Baik musuh fasis dan kepemimpinannya yang arogan maupun para pendukungnya tidak dapat membuat tawanan mereka hidup-hidup tanpa pertukaran dan negosiasi serta memenuhi tuntutan (kelompok) perlawanan," ujarnya.

Pada 24 November hingga 1 Desember 2023 lalu, Israel dan Hamas sempat memberlakukan gencatan senjata kemanusiaan. Selama periode tersebut, kedua belah pihak melakukan pertukaran pembebasan tahanan dan sandera.

Hamas membebaskan 105 sandera. Mereka terdiri atas 80 warga Israel dan sisanya adalah warga asing. Sebagai imbalan atas pembebasan para sandera, Israel membebaskan 210 tahanan Palestina.

Namun, meski sempat diperpanjang dua kali, gencatan senjata itu dihentikan dan perang pun kembali berkecamuk sejak 1 Desember lalu.

***

tags: #israel #hamas #sandera #al-qassam

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI