Menlu Retno 'Walk Out' saat Dubes Israel Sampaikan Pernyataan di Debat Terbuka DK PBB

Menlu Retno keluar dari ruangan bersama dengan sejumlah negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Kamis, 25 Januari 2024 | 16:03 WIB - Internasional
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, New York - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi walk out atau keluar dari ruangan saat Duta Besar (Dubes) Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Gilad Erdan menyampaikan pernyataan dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB terkait Palestina.

Sidang Dewan Keamanan soal Palestina-Israel tersebut berlangsung di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (23/1) waktu setempat.

BERITA TERKAIT:
SMP 216 Jakarta Buka Suara Terkait Viral Remaja Makan dan Hina Anak Palestina 
Viral! Remaja Makan di McD, Bercanda Soal Darah hingga Daging Anak Palestina 
70 Warga Palestina Tewas Dibunuh Israel dalam 24 Jam Terakhir, Total Korban Jiwa 36.801 Orang
Jumlah Warga Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel Bertambah jadi 36.550 Orang
Presiden RI Kecam Serangan Israel di Wilayah Rafah Palestina

Juru bicara Kemenlu RI, Lalu Muhamad Iqbal menerangkan bahwa Menlu Retno keluar dari ruangan bersama dengan sejumlah negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Menlu Retno dan ketua delegasi sejumlah negara lainnya keluar ruangan saat watap (wakil tetap) Israel menyampaikan pernyataannya,” ujarnya, Kamis.

Dijelaskan Lalu, walk out itu dilakukan Menlu Retno karena Dubes Israel juga tidak berada di ruangan saat delegasi Indonesia dan sejumlah negara OKI menyampaikan pernyataan dalam pertemuan itu.

“Sebaliknya, delegasi Indonesia dan sejumlah negara OKI juga tidak berada di ruangan saat watap Israel menyampaikan pernyataan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Retno menyampaikan penentangan keras Indonesia terhadap pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menolak pembentukan negara Palestina, setelah perang berakhir nantinya.

“Indonesia menolak keras pernyataan tersebut. Pernyataan ini tidak dapat diterima. Hal ini menegaskan tujuan akhir Israel untuk menghapus Palestina dari peta dunia,” kata Retno, menegaskan.

Guna menghindarkan kemungkinan perang besar-besaran di Timur Tengah, Menlu Retno kembali menyerukan gencatan senjata permanen yang akan memberikan ruang untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Gaza. 

Menlu juga mendesak pihak-pihak terkait agar memulai upaya rekonstruksi pascakonflik dan meneruskan proses solusi dua negara.

Retno juga menegaskan bahwa Palestina harus segera diberi status keanggotaan penuh di PBB.

“Hal ini penting untuk memulai upaya yang adil dan seimbang dalam solusi dua negara, dan menghentikan agresi brutal Israel,” ujar dia.

Selain itu, Retno mendesak dunia agar menghentikan aliran senjata ke Israel yang dapat digunakan untuk membunuhi warga sipil yang tidak bersalah.

Israel harus bertanggungjawab atas tindakannya, termasuk kekejaman di Gaza. Tidak ada negara yang kebal hukum,” tutur Retno, menegaskan.

***

tags: #palestina #retno marsudi #walk out #israel #dewan keamanan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI