Spanduk Penolakan Gibran Muncul di Malang: Meski Anak Presiden, Kalo Kurang Ajar Tetap Dibalas 

Spanduk berukuran sekitar 2,5 x 1 meter tersebut terlihat terpasang di pagar sebuah rumah kosong di Jalan Kaliurang

Rabu, 31 Januari 2024 | 10:02 WIB - Politik
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Malang - spanduk Penolakan terhadap Calon Wakil Presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka muncul di Kota Malang, kali ini di daerah Kaliurang. 

spanduk berukuran sekitar 2,5 x 1 meter tersebut terlihat terpasang di pagar sebuah rumah kosong di Jalan Kaliurang, di sebelah timur minimarket, dengan dominasi warna merah.

BERITA TERKAIT:
Dapat Tawaran Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Ganjar Mantap Jadi Oposisi 
Surakarta Terpilih Jadi Salah Satu Kota Praktik Baik dalam Pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah
Soal Program Makan Siang Prabowo-Gibran, Tidakkah Bebani Keuangan Negara? Ini Kata Pakar 
Dinyatakan Langgar Kode Etik, Ketua KPU Beri Respon 
Ketua dan Anggota KPU Dinyatakan Langgar Kode Etik karena Terima Pendaftaran Gibran sebagai Cawapres

Tulisan di spanduk menggunakan bahasa Madura, menyatakan bahwa warga Madura adalah pencinta Mahfud MD, dan menampilkan tulisan "TEKKAK ANAEN PRESIDEN MON KORANG AJER PAGGUN EBELES" dalam bahasa Madura. 

Di bagian bawah spanduk, terdapat kalimat "Meski Anak Presiden, Kalo Kurang Ajar Tetap Dibalas," sementara foto Gibran Rakabuming Raka terpampang di sisi kanan spanduk.

spanduk ini dapat dilihat dengan jelas oleh pengendara yang melintas di Jalan Kaliurang, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Beberapa pengendara tampak menengok ke arah spanduk, kemungkinan karena warna merahnya yang menarik perhatian.

Menurut Joni, seorang warga setempat, spanduk tersebut diduga baru dipasang pada pagi hari Senin (29/1/2024), mengingat tidak ada tanda-tanda pemasangan hingga petang hari sebelumnya. 

Joni juga mengungkapkan bahwa pemilik rumah yang digunakan sebagai tempat pemasangan spanduk tinggal di luar Malang, dan dia menduga pemasangan spanduk tersebut dilakukan tanpa izin pemilik rumah.

"Yang punya orang luar Malang, orang Jakarta sepertinya. Orangnya terakhir ke sini dua bulan lalu. Saya kenal kalau orangnya itu. Tapi yang masang spanduk siapa nggak tahu, tapi dugaan saya belum izin pemilik rumah," katanya.

Joni enggan berspekulasi mengenai identitas pemasang spanduk, namun menyebutkan bahwa kehadiran spanduk ini mungkin terkait dengan tindakan kurang etis yang dilakukan oleh Gibran Rakabuming Raka dalam debat melawan Mahfud MD. 

"(Terkait ketika debat cawapres) itu bisa saja, namanya orang kadang suka atau nggak, tapi kalau saya pribadi menduga ya yang masang orang sini-sini saja, tapi kan saya nggak tahu, biarkan saja daripada buat ramai," ucapnya. 

***

tags: #gibran rakabuming raka #cawapres #kota malang #spanduk #penolakan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI