Jelang Imlek, Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong Semarang Gelar Tradisi Basuh Kaki

Jumlah peserta yang mengikuti acara basuh kaki, sebanyak 10 peserta.

Kamis, 08 Februari 2024 | 15:06 WIB - Ragam
Penulis: - . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- Jelang Tahun Baru Imlek, Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong menggelar tradisi basuh kaki orang tua. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Gedung Rasa Dharma, Pecinan, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Kamis (8/2/2024). Acara itu merupakan bagian melestarikan tradisi Imlek yang mulai ditinggalkan.

Kebanyakan orang menganggap Imlek itu identik dengan sembahyang, serba merah, bagi-bagi angpao dan pesta. Namun ada satu tradisi yang memiliki makna paling mendalam namun sudah mulai ditinggalkan, yaitu bakti basuh kaki orang tua. 

BERITA TERKAIT:
Rayakan Imlek, Umat Khonghucu Gelar Sunat Massal di Kantor Kemenag
Imlek, Seorang Napi Narkoba di Lapas Semarang dapat Remisi 30 Hari
Peringatan Imlek, Forum Peduli Indonesia Damai Doakan Pemilu Aman dan Lancar
Wapres Maruf Amin Maknai Imlek Momen Perbaiki Diri
Pakai Baju Changshan, Ganjar Kunjungi Kelenteng Cin Te Yen pada Malam Perayaan Imlek

Menurut Ketua Perkumpulan Boen Hiang Tong Harjanto Halim, kegiatan membasuh kaki ini adalah suatu bentuk bakti anak kepada orang tuanya.

"Pesannya, membasuh kaki orang tua ini menurut Filosofi itu bakti, bukti baktinya ya membasuh kaki. Tapi ga hanya membasuh kaki, atau bersujud, atau berdoa untuk orang tua, nggak, tapi bagaimana anak itu nantinya membuat kebaikan , menjaga nama baik orang tuanya di masyarakat," ungkap Harjanto.

Prosesi basuh kaki dimulai dengan orang tua duduk di kursi, sementara sang anak berada di sampingnya. Kemudian, pembawa acara membacakan puisi tentang orang tua, yang membuat peserta terharu dan menangis. 

Di tengah rasa haru tersebut, prosesi basuh kaki dimulai dengan para orang tua sudah di posisi duduk di kursi, sementara anaknya bersimpuh di bawahnya. Kemudian secara perlahan anak membasuh kaki orang tua menggunakan air dalam baskom yang telah disiapkan di bawah kursi.

Dalam proses basuh ini, orang tua dan anak saling mengucapkan rasa maaf, Setelah membilas kaki, proses dilanjutkan dengan pemberian teh. Teh ini dilambangkan sebagai rasa penghormatan.

Untuk menutup proses tradisi basuh kaki ini, anak dan orang tua saling berpelukan erat, sambil mencium pipi dan kening, dengan air mata yang terus mengalir.

Menurut Harjanto, tradisi basuh kaki ini bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak dibedakan antar agama dan etnis. "Siapapun boleh melakukan, agama apapun, etnis apapun, karena bakti kepada orang tua itu hakiki sekali," ucapnya.

Jumlah peserta yang mengikuti acara basuh kaki, sebanyak 10 peserta. Ada dosen dengan mahasiswa, para orang tua dengan anak, dan para suami istri.

Diketahui, tradisi basuh kaki ini sudah dilakukan secara rutin dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong ketika menjelang Imlek

*Ditulis wartawan magang Ika Melinda Ningtyas

***

tags: #imlek #tradisi #perkumpulan sosial boen hian tong #basuh kaki

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI