Momen Haru Tradisi Warga Tionghoa Basuh Kaki Orang Tua Jelang Imlek

Pasangan dua mahasiswa dan dosen dari Universitas Satya Wacana Salatiga juga datang dalam acara tradisi tersebut.

Kamis, 08 Februari 2024 | 16:27 WIB - Ragam
Penulis: - . Editor: Surya

KUASAKATACOM, SemarangSejumlah warga Tionghoa melakukan tradisi Bakti Basuh Kaki Orang Tua di Gedung Rasa Dharma (Boen Hian Tong) Kawasan Pecinan Semarang, Rabu (8/2/2024). Acara itu pun dipenuhi oleh suasana haru dan air mata.

Basuh Kaki Orang Tua adalah tradisi kuno warga Tionghoa menjelang Imlek. Seorang anak akan membasuh kaki orang tua sebagai bentuk kebaktian dan kasih sayang. Tradisi tersebut juga bisa dilakukan kepada orang yang dihormati.

BERITA TERKAIT:
Momen Haru Tradisi Warga Tionghoa Basuh Kaki Orang Tua Jelang Imlek
Menginap di Rumah Warga Keturunan Thionghoa, Ganjar Belajar Toleransi
Mahfud MD Didukung Masyarakat Tionghoa Perkumpulkan Hakka di Pontianak 
Cik Naniek: Saya Tionghoa tapi Anak-anak Saya Tak Punya Nama Cina, Malah Indonesia Banget
Makanan Khas Ini Pasti Ditemukan Ketika Cap Go Meh, Apa Saja? 

Air mata mengalir membasahi pipi Liliana ketika membasuh kaki Ibu Ridwan, istri mantan ketua Boen Hian Tong. Meski tidak memiliki hubungan darah, wanita paruh baya itu menganggap Ibu Ridwan seperti almarhum sang ibu yang mengasihinya.

“Saya anak tunggal dari mama saya. Saya belum pernah membasuh kaki mama saya,” ungkap Liliana.

Liliana mengaku baru kali pertama mengikuti tradisi tersebut. Ia menganggap kesempatan itu dapat menjadikannya bukti kebaktian dan kasih sayangnya kepada Ibu Ridwan sekaligus kepada almarhum sang ibu. 

“Pada waktu basuh kaki Bu Ridwan. Saya sudah diberi tahu bahwa wujudkanlah Bu Ridwan sebagai mama kamu. Saat membasuh, selain mewujudkan saya membasuh kaki mama saya, saya juga mewujudkan kasih sayang Bu Ridwan pada saya. Saya jadi nangis terharu” jelas Liliana.

Sementara itu, pasangan dua mahasiswa dan dosen dari Universitas Satya Wacana Salatiga juga datang dalam acara tradisi tersebut. Dalam prosesi tersebut, sang dosen pun mendoakan supaya permintaan dan Impian mahasiswa dapat terwujud. 

“Setelah saya menjadi tenaga pengajar, baru pertama kali ini saya dibasuh oleh mahasiswa. Saya merasakan itu terharu sekali. Saya menganggap mereka seperti anak sendiri. Saya juga mendengarkan permintaan mereka dan saya doakan semoga Impian mereka terwujud” ungkap sang Dosen.

“Saat saya membasuh kaki pak dosen saya menganggap pak dosen seolah-oalah orang tua saya sendiri. Saya mengingat masa kecil dulu ketika dimandikan, dipakaikan pakaian oleh orang tua. Sangat luar biasa. Semoga itu menjadi berkat bagi saya dan juga bagi pak dosen,” terang salah satu mahasiswa.

Tradisi basuh Kaki Orang Tua ini terus dirawat masyarakat Tionghoa dari Perkumpulan Sosial dan Budaya Boen Hian Tong setiap menjelang Imlek. Diketahui tradisi ini sudah berjalan selama lima tahun. Lintas agama dan etnis pun juga bisa merayakan tradisi ini.

Ditulis oleh wartawan magang: Maulida Najma Safitri

***

tags: #tionghoa #cuci kaki orang tua #semarang #pecinan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI