Negara Harus Bayar Ongkos Rp40 Triliun untuk Selenggarakan Pilpres Dua Putaran 

untuk KPU saja pemerintah harus menyediakan anggaran sekitar Rp17,3 triliun. Untuk keamanan sangat tergantung,"

Senin, 12 Februari 2024 | 11:39 WIB - Politik
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 diharapkan terselenggara satu kali putaran. Namun tidak menutup kemungkinan akan digelar dua kali putaran. 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan biaya yang ditanggung negara untuk penyelenggaraan Pilpres dua putaran

BERITA TERKAIT:
Pasca Pemilu, DPRD Kota Semarang Ajak Warga Jaga Kerukunan
Dosen Fisipol UGM Nilai Pemilu 2024 Berjalan Lancar dan Kondusif
Negara Harus Bayar Ongkos Rp40 Triliun untuk Selenggarakan Pilpres Dua Putaran 
Begini Penjelasan Pilpres 2024 Sampai Harus Digelar Dua Putaran
KPU Sebut Jemaah Umrah Tak Bisa Mencoblos di Saudi pada 14 Februari

“Kalau nanti harus dua kali putaran, untuk KPU saja pemerintah harus menyediakan anggaran sekitar Rp17,3 triliun. Untuk keamanan sangat tergantung," kata Muhadjir dalam konferensi pers di Jakarta, belum lama ini.

"Semakin tidak aman, semakin tinggi biayanya. Perkiraan kami bisa sampai Rp40 triliun totalnya. Itu gabungan dari KPU dan biaya keamanan," katanya.

Muhadjir juga menjelaskan saat ini kementerian-kementerian diminta mengunci anggaran mereka untuk berjaga-jaga apabila nantinya terjadi dua putaran. Penguncian tersebut termasuk di kementeriannya dan menurutnya dapat dikembalikan saat melakukan perubahan anggaran.

“Ini menunjukkan betapa pentingnya pemerintah berupaya bagaimana supaya Indonesia satu putaran. Siapa pun pemenangnya, silakan aja, yang penting satu putaran itu lebih bagus,” ujar Menko PMK.

***

tags: #pilpres #dua putaran #menko pmk #muhadjir effendy #biaya

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI