Warga Demak Heboh Kaitkan Banjir dengan Selat Muria, akan Kembali Jadi Lautan  

Aku pernah diceritain kalau dulu Demak adalah lautan. Dan kelak akan jadi lautan lagi

Senin, 12 Februari 2024 | 13:54 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Demak - banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Demak hingga hari keempat, Senin (12/2). Wilayah Kecamatan Karanganyar yang menjadi jalur Demak-Kudus masih tampak lumpuh. 

Di media sosial, warga Demak ramai membahas fenomena banjir kali ini. Dalam postingan grup Facebook Warga Demak, banyak akun yang mengaitkan dengan sejarah dan asal usul wilayah Demak. Menurut mereka dahulu wilayah Demak merupakan lautan. 

BERITA TERKAIT:
Banjir Mulai Surut, Dompet Dhuafa Fokus Gulirkan Bantuan Untuk Kelompok Rentan
Operasikan 27 Pompa Air, Nana Sudjana: Banjir Demak Sudah Mulai Surut
Kapolda Jateng Usulkan Pencoblosan Pemilu Susulan di Wilayah Banjir Demak
Tinjau Banjir Demak, Kapolda Jateng Perintahkan Anak Buah Patroli Jaga Rumah Warga
Mentan Didampingi Sekda Jateng Berikan Bantuan kepada Petani Korban Banjir

Sebuah akun memposting capture bertulis, "Aku pernah diceritani nek mbien Demak ki lautan. Lan Mbesok bakal dadi lautan meneh, (Aku pernah diceritain kalau dulu Demak adalah lautan. Dan kelak akan jadi lautan lagi)" tulis akun Naufa****. 

Sebuah akun yaitu @Lowo**** juga menjelaskan hal ini. Menurutnya dalam postingan itu Kecamatan Karanganyar merupakan daerah terendabh di Kabupaten Demak

"Kec. Karanganyar-Kec Gajah adalah daerah terendah di Kab. Demak. Daratannya di bawah permukaan sungai bolo. Percaya ga percaya dulunya adalah lautan yang dinamakan Selat Muria. Selebihnya bisa dipelajari tentang geografis alamnya wilayah tersebut...." Tulisnya.  

Lantas seperti Selat Muria

Selat Muria adalah wilayah laut yg pernah memisahkan antara daratan Jawa dgn Gunung Muria. Kota-kota pantura yg sekarang bernama Jepara, Kudus, dan Pati pernah terpisah di luar daratan Pulau Jawa.

Pada masa glasial, Gunung Muria beserta pegunungan kecil Patiayam dulunya bergabung dengan daratan utama Pulau Jawa.

Perluasan pembekuan es di kutub menyebabkan air laut surut hingga 120 meter dari kondisi permukaan saat itu.

Pada masa inter glasial, kejadiannya berbalik. Suhu bumi menghangat sehingga menyebabkan terjadinya pencairan es, volume air laut pun meningkat.

Gunung Muria terisolir dari dari Pulau Jawa dan terpisahkan oleh laut dangkal yang tak terlalu lebar.

Dahulu, pusat kerajaan Demak terletak di tepi pantai Selat Muria yang memisahkan Pulau Jawa dengan Pulau Muria.

Kapal dapat berlayar dengan baik saat melewati selat yang cukup lebar. Oleh karena itu, dalam sejarah, Kerajaan Demak juga disebut dengan kerajaan maritim.

Mengutip dari https://Kemendikbud.go.id, dulunya Selat Muria adalah jalur perdagangan dan transportasi yang ramai dilalui.

Selat itu menjadi jalan antara masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa dengan mereka yang tinggal di pulau-pulau lainnya.

Karena adanya selat ini, masyarakat yang ingin bepergian antara Kudus dan Demak harus menggunakan kapal. Keberadaan selat ini pulalah yang dahulu membuat Kerajaan Demak menjadi jaya karena menguasai jalur maritim.


 

***

tags: #kabupaten demak #banjir #karanganyar #selat muria

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI