Sepanjang 2023 Ada 6.527 Kasus TBC, Ita Minta Jajaran Pemetaan Wilayah

TBC bukan hanya masalah kesehatan melainkan berkaitan erat dengan masalah ekonomi.

Selasa, 20 Februari 2024 | 08:58 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk konsisten menangani penyakit tuberkulosis (TBC). Hal itu disampaikan Mbak Ita sapaan akrabnya saat menghadiri kegiatan Peluncuran USAID BEBAS-TB dan Penyusunan Rencana Kerja Terpadu Penanggulangan TBC di Kota Semarang, Senin (19/2/2024).

Dalam kesempatan itu, ia mengaku jika tujuan mengentaskan TBC adalah salah satu program nasional yang harus diwujudkan. Menurut data yang diterima, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah India, dengan beban kasus TBC sebesar 1.060.000 kasus. 

BERITA TERKAIT:
Lapas Brebes Gandeng Dinkes Sosialisasikan Hidup Bersih dan Sehat Bagi Warga Binaan
Tingkatkan Kualitas Layanan, Pemkab Cilacap Luncurkan Program USAID Bebas TB
Klaster Pesantren dan Pabrik Jadi Fokus Eliminasi TBC di Kabupaten Pati 
Sepanjang 2023 Ada 6.527 Kasus TBC, Ita Minta Jajaran Pemetaan Wilayah
Pemprov Jateng Dorong Kolaborasi dengan Berbagai Pihak untuk Tuntaskan TBC 

Sedangkan untuk Kota Semarang sendiri adalah salah satu daerah dengan beban kasus tinggi, sebesar 6.527 kasus di tahun 2023. Mbak Ita menargetkan di tahun 2028, kasus penderita TBC di Kota Semarang bisa berkurang atau bahkan hilang. Oleh karena itu dirinya meminta kepada Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam untuk segera memetakan wilayah-wilayah yang terindikasi memiliki jumlah kasus TBC yang tinggi. 

“Masalah TBC bukan hanya masalah kesehatan, melainkan berkaitan erat dengan masalah ekonomi dan kesejahteraan sosial, mengingat pasien TBC harus menjalani pengobatan selama minimal 6 bulan secara rutin yang berdampak pada produktivitas pasien dan keluarga,” kata Ita. 

Ke depan, ia mendorong semua pihak termasuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, dan masyarakat bisa ikut terlibat dalam penanganan TBC. Apalagi TBC dapat menyerang anak stunting yang membuat pengobatannya menjadi terkendala. 

“Membutuhkan sinergitas intervensi yang melibatkan multi-sektor serta peningkatan pemberdayaan masyarakat. Dan sebagai bentuk komitmen Pemkot Semarang untuk menuju Eliminasi TBC tahun 2028, adalah dengan adanya Peraturan Wali kota Nomor 39 tahun 2017 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC,” terangnya. 

Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam memastikan bakal intens melakukan pencegahan dan penanganan TBC. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan di setiap wilayah untuk mengetahui jumlah penderita TBC

Termasuk balita stunting yang mengalami TBC. Saat ini Kota Semarang sudah memiliki 13 fasilitas kesehatan tes cepat molekuler (TCM), yakni delapan puskesmas dan lima rumah sakit.

***

tags: #tbc #walikota semarang #hevearita gunaryanti rahayu

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI