Wilayah Jateng Masih Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

Aktivitas monsun Asia berpengaruh terhadap peningkatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat.

Rabu, 21 Februari 2024 | 06:02 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Cilacap - Wilayah Jawa Tengah (Jateng) diprediksi masih terjadi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi. Prakiraan tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menerangkan bahwa berdasarkan data yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh beberapa faktor, antara lain aktivitas monsun Asia.

BERITA TERKAIT:
Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Ini
Masyarakat Diimbau Waspadai Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan
Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Disertai Petir Hari Ini
Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini
Sejumlah Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang Hari Ini

"Dalam hal ini, aktivitas monsun Asia berpengaruh terhadap peningkatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator, termasuk sekitar wilayah Jateng," tuturnya, Selasa.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa potensi cuaca ekstrem tersebut juga dipengaruhi oleh daerah konvergensi dan belokan angin yang terpantau di sekitar Jateng serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal teramati di Jawa Tengah.

"Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jawa Tengah pada 20-21 Februari," sambungnya.

Teguh menambahkan, sejumlah wilayah Jateng yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada hari Selasa (20/2) meliputi Kabupaten Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Kabupaten Semarang, Temanggung, Kabupaten Pekalongan, Salatiga, dan sekitarnya.

Sementara pada hari Rabu (21/2), kata dia, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Surakarta, Sragen, Grobogan, Temanggung, Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, dan sekitarnya.

"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang," tukasnya.

***

tags: #bmkg #cuaca ekstrem #jawa tengah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI