Sejak 2021-2023 Pemprov Jateng Telah Bangun  Rp1,7 Unit Rumah untuk Warga Kurang Mampu 

"Rumah yang kita bantu dari kategori perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan baru, dan RTLH (rumah kondisinya tidak memenuhi syarat).

Minggu, 25 Februari 2024 | 10:46 WIB - Ekonomi
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Pemprov Jateng terus menggenjot pelaksanaan program rumah subsidi untuk masyarakat kurang mampu. Untuk diketahui dalam kurun waktu 2021 hingga 2023 lalu Pemprov Jateng sudah membangun sekitar 1.749.336 unit rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko saat menghadiri Rakernas V Apernas. 

BERITA TERKAIT:
Pj Gubernur Jateng Serahkan Bantuan Keuangan Lintas Sektor di Wonosobo Senilai Rp160 miliar
Nana Sudjana Pastikan Persediaan Pangan dan Energi di Jateng Aman Selama Lebaran
Tahun 2024, Target Penerimaan Zakat ASN Pemprov Jateng Capai Rp100 Miliar
Sejak 2021-2023 Pemprov Jateng Telah Bangun  Rp1,7 Unit Rumah untuk Warga Kurang Mampu 
Sumarno: Pemprov Jateng Dorong Peningkatan Cakupan Kepersertaan Jamsostek Untuk Pekerja Rentan

"Rumah yang kita bantu dari kategori perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan baru, dan RTLH (rumah kondisinya tidak memenuhi syarat). Syarat dapat bantuan rumah mereka harus termasuk kategori miskin dan daftar penerima," kata Arief, Sabtu (24/2/2024).

Arief menjelaskan, jenis bantuan dibagi menjadi beberapa program meningkatkan akses masyarakat mndapatkan tempat tinggal yang layak huni. Ia menyebut Pemprov Jateng memiliki program di antaranya 'Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng melalui aplikasi Simperum'.

"Proram ini sejak tahun 2021-2023 sudah membangun 1.749.336 unit rumah layak huni menjadi rumah layak huni, Program kedua 'Jateng Gayeng Mbangun Omah Bareng-Tuku Lemah Oleh Lemah' sejak 2020-2023 sudah membangun 1.792 unit rumah untuk warga miskin," ujar dia.

Arief mengaku Pemprov Jateng memberikan stimulan bantuan senilai Rp18 juta ditambah Rp2 juta padat karya dengan total Rp20 juta, ia menyebut pada tahun 2024 ini pihaknya menganggarkan Rp40 juta bantuan untuk stimulan rumah miskin.

Sementara untuk yang rumah yang terkena bencana mendapatkan Rp50 juta, pemerintah juga memiliki punya program 2 lantai di kawasan pemukiman, untuk lahan terbatas.

"Kita berikan berupa material bangunan 50 juta, dan kita sudah lakukan di Brebes dan Solo. Sementara untuk contoh rumah 2 lantai itu ada di Brebes di pedesaan untuk menghindari pemanfaatan lahan pertanian," kata dia.

Di sisi lain, wilayah Surakarta pihaknya sudah melakukan program untuk penanganan kawasan kumuh perkotaan lahan terbatas untuk 2 lantai. Di mana secara keseluruhan program 'Tuku Lemah Oleh Lemah' itu sejak 2021 sudah membangun ribuan unit rumah sampai 2023.

"Untuk target tahun ini kita akan bangun sekitar 600 rumah di wilayah Jawa tengah," tutur dia.

Dalam kesempatan itu, ia yang hadir dalam ranggak HUT dan Rakernas Apernas (Asosisasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional mengaku selama ini pemerintah sudah melakukan kerjasama dengan Apernas. 

Menurut dia, Apernas bisa menyediakan rumah bersubsidi lebih banyak dari yang diprogramkan oleh pemerintah.

"Apernas adalah assosiasi pengembang yang menurut kami fokus pada penyediaan rumah sederhana yang bersubsidi. Kerjasama yang kita lakukan adalah menyediakan rumah di Jateng terutama rumah subsidi lebih terjangkau," ucapnya.

***

tags: #pemprov jateng #rumah subsidi #dinas perumahan rakyat

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI