Isi Tabligh Akbar, Din Syamsuddin Minta Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Jangan Jadi Kader “Jenggot”

Di era seperti saat ini mudah sekali para pemuda itu dipecah belah.

Minggu, 25 Februari 2024 | 18:55 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Hani

KUASAKATACOM, Semarang- Pemuda Muhammadiyah diminta jadi orang merdeka dan tidak tergantung dengan orang lain. Hal itu diungkapkan Prof KH Muhammad SirajudDin Syamsuddin MA, PhD, atau akrab disapa Prof Din Syamsuddin, di acara "Tabligh Akbar" dalam rangka Musyawarah Daerah (Musyda) Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, periode Muktamar ke XVIII dan Hari Bermuhammadiyah, yang diselenggarakan di Masjid Jami BSB Jatisari, Kecamatan Mijen, Minggu (25/2/2024).

"Dulu waktu saya aktif di KNPI dan Wakil Ketua Majelis Pemuda Indonesia, itu banyak diajarkan untuk jangan jadi kader jenggot. Saya ngga ngerti apa yang dimaksud kader jenggot itu, ternyata kader jenggot itu seorang anak muda yang nyantol kepada seorang tokoh jadi kayak jenggot itu. Meski dia ditarik tapi dia hanya jadi pesuruh, maka jangan jadi kader jenggot tapi jadilah sebagai seorang pemuda yang punya jatidiri," ungkap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut.

BERITA TERKAIT:
Isi Tabligh Akbar, Din Syamsuddin Minta Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Jangan Jadi Kader “Jenggot”
Isu Reshuffle Santer, Cak Nanto Ketum Pemuda Muhammadiyah Datangi Istana Presiden
Teruntuk Anakku Drg. Salma Nabita
PD Pemuda Muhammadiyah Klaten Kecam Kasus Pengeroyokan Terhadap Anggota KOKAM
Sambut Muktamar 48, PDPM adakan Gathering Admin Media Muhammadiyah se-Kota Semarang

"Seorang pemuda harus mampu menunjukkan diri, kalau kita punya kemampuan, kita punya kapasitas maka kita akan dicari orang. Jangan minta ke sana kemari, tidak punya kapasitas. Yang ada kita hanya disuruh dan jadi orang terjajah serta menjadi orang-orang yang dikendalikan oleh orang lain. Maka para pemuda tanamkan dan kembangkanlah kapasitas dam kemampuan diri," pesan Din Syamsuddin.

Ia mengingatkan salah satu identitas kader pemuda dan warga Muhammadiyah adalah menjadi mukmin mukminat sejati. "Dan jadi seorang mukmin dan mukminat sejati adalah insan mandiri, yang hanya terkait dan mengaitkan diri kepada Allah SWT. Itulah makna dari Laa Ilaha illallah, tiada Tuhan kecuali Allah. Kita tidak men-Tuhan-kan yang lain, inilah akar dari sikap dan kepribadian mandiri. Jangan menjadi manusia yang terjajah, tapi jadilah manusia merdeka," sambungnya. 

Din meyakini dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia serta ditunjang kekayaan alam yang ada di Indonesia, membuat negeri ini luar biasa. "Ada pengamat di luar negeri mengatakan, kalau negara ini diurus dengan sebaik-baiknya secara berkeadilan, Indonesia tidak mustahil akan menjadi negara adikuasa dunia di masa akan datang," ucapnya.
 
Din Syamsuddin juga meminta para Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang untuk mencontoh Nabi Yusuf AS, Nabi Ibrahim AS, dan para pemuda Kahfi. "Mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, lebih bagus menyingkir daripada tidak mampu menghadapi. Karena mereka (para pemuda itu) tidak mau berkompromi dengan penguasa yang lalim dan dzolim," kata mantan Ketua Umum MUI tersebut mengutip dari ayat suci Al Qur'an. 

Din mengaku sengaja menyampaikan hal itu, karena di era seperti saat ini mudah sekali para pemuda itu dipecah belah. "Kalau pemuda itu mudah dirayu, dibujuk dan digoda sehingga bakal mudah kehilangan jatidiri," tandasnya. 

Sedangkan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Suharno mengatakan Musyda ke XVIII ini mengambil tema “Pemuda Berkeadaban dan menuju Indonesia yang berkeadilan”. Ia berharap pengurus ke depan bisa menjadi pemuda-pemuda yang mandiri dan mewarnai kancah dakwah dan perpolitikan di tingkat regional maupun nasional. 

"Artinya pemuda-pemuda hari ini harus bisa menjalankan pesan dari Prof Din Sjamsuddin agar tidak menjadi kader berjenggot atau bergantung dengan seseorang. Pemuda harus bisa mandiri, baik dalam ekonomi dan karir. Sehingga bisa menyerukan amar ma'ruf nahi munkar lebih leluasa sesuai dengan tujuan dakwah Muhammadiyah," kata Suharno, disela kegiatan Musyda.

Suharno mengungkapkan kegiatan hari ini merupakan pengajian akbar dalam rangka pembukaan Musyda Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang. "Musyda ini akan melanjutkan keorganisasian ke depan dan pertanggungjawaban kepengurusan periode ke-17. Alhamdulillah, pagi hari ini pengajian diisi oleh Prof Dr Din Syamsuddin yang memberikan penguatan kepada anak-anak muda untuk berdakwah, berpolitik yang berkeadaban," ujarnya.

Musyda akan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 8 Boarding School Mijen, Kota Semarang. Menurut Suharno hingga hari ini total calon pimpinan Pemuda Muhammadiyah yang direkomendasikan ada kurang lebih 33 orang. "Yang nantinya akan dipilih sembilan formatur. Itulah yang akan menyusun kepengurusan Pemuda Muhammadiyah yang ke-18," pungkasnya.


 

***

tags: #pemuda muhammadiyah #kota semarang #din syamsuddin

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI